70 Persen Perpustakaan Sekolah Belum Terakreditasi, DPK Bontang Genjot Lewat Bimtek

1 day ago 15

BONTANGPOST.ID, Bontang – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bontang mendorong percepatan akreditasi perpustakaan sekolah melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bertajuk Strategi Pengelolaan Perpustakaan Sekolah Menuju Akreditasi Nasional.

Kegiatan ini digelar bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah Indonesia (ATPUSI), dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bontang di Gedung Mini Teater DPK, Selasa (5/5/2026).

Kepala DPK Bontang, Retno Febriaryanti, mengungkapkan bahwa tingkat akreditasi perpustakaan sekolah di Bontang masih tergolong rendah. Saat ini, baru sekitar 30 persen yang terakreditasi, sementara 70 persen lainnya belum memenuhi standar nasional.

“Ini menjadi tantangan bersama yang harus diselesaikan secara kolaboratif,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan kualitas perpustakaan tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi lintas sektor, terutama dengan Dinas Pendidikan, agar upaya peningkatan berjalan optimal.

Retno juga menyoroti keterbatasan sumber daya manusia, di mana sebagian besar pengelola perpustakaan masih merangkap tugas sehingga belum bisa fokus secara maksimal.

“Kami berharap ke depan ada formasi khusus pustakawan agar pengelolaan lebih profesional,” jelasnya.

Selain itu, pembentukan AKUSI pada 2024 yang dilantik pada 2025 disebut menjadi langkah strategis untuk mempercepat peningkatan akreditasi perpustakaan sekolah di Bontang.

Sementara itu, dalam sambutan Wali Kota Bontang yang dibacakan Staf Ahli Pembangunan, Kemasyarakatan, dan SDM, Lukman, ditegaskan bahwa perpustakaan kini harus bertransformasi menjadi pusat pengetahuan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Perpustakaan tidak lagi sekadar tempat buku, tetapi pusat kreativitas dan pembelajaran,” ujarnya.

Ketua Panitia sekaligus Ketua PGRI Bontang, Saparuddin, menambahkan bahwa bimtek ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi pengelola perpustakaan sekolah.

Sebanyak 103 peserta dari jenjang TK hingga SMA/SMK dan MA mengikuti kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 5–6 Mei 2026. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |