BONTANGPOST.ID, Bontang – Distribusi jaringan gas (jargas) Bontang, tepatnya di Kelurahan Tanjung Laut dihentikan sementara selama kurang lebih dua jam pada Jumat (8/5/2026).
Penghentian sementara tersebut dilakukan untuk mendukung proses tie in atau penyambungan pipa jaringan gas baru dengan pipa existing milik PT Bontang Migas dan Energi (BME).
Supervisor Layanan Umum PT BME, Bursan mengatakan, penghentian aliran gas dilakukan sebagai bagian dari prosedur keamanan dalam pekerjaan penyambungan jaringan yang dikerjakan kontraktor proyek jargas.
“Tie in itu penyambungan pipa baru dengan pipa existing milik kami. Jadi untuk proses tersebut memang perlu dilakukan penghentian sementara distribusi gas agar pengerjaannya aman dan sesuai SOP,” katanya saat diwawancarai, Kamis (7/5/2026).
Awalnya, pekerjaan tie in juga direncanakan dilakukan di wilayah Bontang Baru. Namun, pelaksanaan di kawasan tersebut ditunda lantaran kontraktor belum menemukan titik existing jaringan gas yang akan disambungkan.
“Untuk sementara yang jadi dilaksanakan hanya di Tanjung Laut. Kalau di Bontang Baru ditunda karena titik existing-nya belum ditemukan,” ucapnya.
Bursan menerangkan, penghentian distribusi gas direncanakan dimulai sekitar pukul 14.00 Wita. Durasi penghentian diperkirakan berlangsung sekitar satu hingga dua jam, tergantung proses pengerjaan di lapangan.
Menurut dia, tie in merupakan salah satu tahapan dalam proyek pengembangan jargas. Setelah proses penyambungan selesai, masih ada tahapan lain sebelum jaringan benar-benar bisa dimanfaatkan pelanggan baru.
“Belum langsung digunakan pelanggan baru. Setelah tie in masih ada tahapan gas in, lalu nanti setelah seluruh proyek selesai baru dilakukan penyalaan serempak,” tutur dia.
Ia menambahkan, pekerjaan tie in di Tanjung Laut nantinya akan dilakukan di sekitar tiga hingga empat titik sambungan. Seluruh pekerjaan dikerjakan oleh kontraktor dengan pengawasan langsung dari pihak BME demi memastikan keamanan distribusi gas selama proses berlangsung.
Adapun jumlah pelanggan jargas yang terdampak penghentian sementara distribusi gas di wilayah Tanjung Laut mencapai 1.056 sambungan rumah (SR). Selama proses pekerjaan berlangsung, pelanggan diminta memahami kondisi tersebut karena penghentian dilakukan demi keselamatan dan kelancaran pengerjaan proyek.
Bursan memastikan penghentian aliran gas hanya bersifat sementara dan tidak berdampak terhadap instalasi pelanggan. Setelah pekerjaan selesai, distribusi gas akan kembali dinormalkan secara bertahap.
“Ini murni untuk keamanan pekerjaan penyambungan pipa. Setelah selesai, distribusi kembali berjalan normal,” terangnya.
PT BME bersama kontraktor proyek juga akan terus melakukan koordinasi terkait tahapan lanjutan pengembangan jaringan gas di sejumlah wilayah lain di Kota Bontang.
Dengan penyambungan tersebut, proyek jargas diharapkan dapat segera rampung sehingga masyarakat dapat menikmati layanan jaringan gas secara lebih luas dan optimal.
“Dengan tie in ini artinya proyek pemasangan SR di Tanjung Laut sudah mencapai 90 persen,” pungkasnya. (ak/riz/kpg)


















































