BONTANGPOST.ID, Bontang – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Bontang mulai menunjukkan tren peningkatan pada Juli 2026. Hingga Minggu (12/7/2026), jumlah kasus positif yang tercatat sudah melampaui total kasus sepanjang Juni lalu.
Penanggung Jawab Program DBD Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang, Siti Rahimah, mengatakan hingga saat ini tercatat tujuh kasus positif DBD. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan Juni yang hanya mencatat lima kasus.
“Kalau bulan lalu jumlahnya lima kasus. Sekarang belum sampai pertengahan Juli sudah melampaui angka bulan sebelumnya,” ujarnya.
Tujuh kasus tersebut tersebar di lima kelurahan. Berbas Pantai dan Berebas Tengah masing-masing mencatat dua kasus. Sementara Belimbing, Gunung Telihan, dan Tanjung Laut Indah masing-masing satu kasus.
Selain itu, jumlah notifikasi dengue yang diterima Diskes juga meningkat menjadi 16 laporan, lebih banyak dibandingkan bulan sebelumnya.
Berdasarkan kelompok usia, kasus terbanyak terjadi pada rentang usia 15–44 tahun dengan tiga penderita, terdiri dari dua laki-laki dan satu perempuan. Sementara kelompok usia di atas 44 tahun dan usia 5–14 tahun masing-masing mencatat dua kasus.
Jika dilihat berdasarkan pekan kejadian, empat kasus terjadi pada pekan pertama Juli dan tiga kasus lainnya pada pekan kedua.
Imah menjelaskan, berdasarkan tren dalam lima tahun terakhir, peningkatan kasus DBD di Bontang memang mulai terjadi memasuki Juli. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dengan rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk.
Warga diimbau menerapkan Gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Selain itu, masyarakat juga disarankan menaburkan bubuk abate pada tempat penampungan air yang sulit dikuras.
“Tempat-tempat seperti vas bunga, tatakan dispenser, hingga drum penampungan air juga perlu diperiksa secara berkala agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti,” jelasnya.
Menurutnya, fogging bukan solusi utama dalam pengendalian DBD karena hanya membunuh nyamuk dewasa, sedangkan telur dan jentik nyamuk tetap dapat berkembang. Oleh sebab itu, pemberantasan sarang nyamuk secara rutin tetap menjadi langkah paling efektif.
Sepanjang 2026, Diskes Bontang telah mencatat 99 kasus positif DBD dengan satu kasus kematian. Diskes berharap masyarakat semakin disiplin menjaga kebersihan lingkungan agar lonjakan kasus dapat dicegah. (ak)
















































