BONTANGPOST.ID, Bontang – Tenaga outsourcing yang bertugas sebagai petugas kebersihan dan keamanan di sejumlah SMA dan SMK di Kota Bontang mengeluhkan gaji yang belum dibayarkan selama empat bulan. Keterlambatan pembayaran itu diduga akibat dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) yang hingga kini belum dicairkan.
Salah seorang tenaga outsourcing yang enggan disebutkan namanya mengaku belum menerima gaji sejak Maret 2026. Kondisi tersebut membuatnya kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Sejak Maret belum menerima gaji,” ujarnya kepada Kaltim Post, Rabu (8/7/2026).
Ia mengaku semakin terbebani karena dalam waktu dekat harus menyiapkan biaya kebutuhan sekolah anaknya.
“Belum lagi anak masuk sekolah sehingga butuh uang untuk membayarnya,” katanya.
Menurutnya, dalam satu sekolah terdapat empat tenaga outsourcing yang bertugas secara bergantian. Hingga kini mereka belum memperoleh kepastian kapan gaji akan dibayarkan oleh Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah Bontang-Kutai Timur.
Keluhan serupa disampaikan petugas kebersihan di salah satu SMA di Bontang. Ia menyebut keterlambatan pembayaran diduga disebabkan dana Bosda dari cabang dinas yang belum turun.
“Kerja sudah panas-panasan setiap hari, kasihan kami. Sementara gaji masih tersendat,” tuturnya.
Ia berharap tunggakan gaji dapat diselesaikan pada Juli ini agar para pekerja tidak lagi terbebani secara ekonomi.
Informasi yang dihimpun menyebutkan keterlambatan pembayaran tidak hanya dialami petugas kebersihan dan tenaga keamanan. Staf tata usaha serta guru pengganti di sejumlah SMA dan SMK juga dikabarkan belum menerima gaji akibat belum cairnya dana Bosda. (ak)

















































