Sekolah YPPI Bontang Dibobol Pencuri, Sejumlah Perlengkapan Hilang

14 hours ago 9

BONTANGPOST.ID, Bontang – Enam unit kipas angin dan satu speaker milik TK Yayasan Pendidikan Pembinaan Islam (YPPI) Bontang di Jalan WR Supratman, Kelurahan Tanjung Laut, dilaporkan hilang. Fasilitas penunjang kegiatan belajar tersebut diduga dicuri saat sekolah libur akhir pekan.

TK YPPI berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Pembinaan Islam (YPPI) Bontang yang mengelola jenjang pendidikan mulai dari TK hingga SMP.

Guru TK YPPI Bontang, Herlita, mengatakan seluruh barang yang hilang sebelumnya disimpan di salah satu ruang kelas SD YPPI yang masih berada dalam satu kawasan. Penyimpanan dilakukan karena ruang kelas TK sedang direnovasi.

Menurutnya, barang-barang tersebut terakhir terlihat pada Jumat (3/7/2026). Namun saat guru kembali mengecek ruang penyimpanan pada Senin (6/7/2026), enam kipas angin dan satu speaker sudah tidak berada di tempat.

“Jumat kemarin masih ada. Pas Senin kami cek, barang-barangnya sudah hilang,” ujarnya saat ditemui, Rabu (8/7/2026).

Dugaan pencurian menguat setelah guru menemukan jendela ruang kelas yang sebelumnya ditutup menggunakan tripleks dalam kondisi jebol. Di bagian luar jendela juga ditemukan sebuah batu yang diduga digunakan pelaku sebagai pijakan untuk masuk ke dalam ruangan.

Herlita menduga pelaku masuk melalui bagian belakang sekolah. Pasalnya, terdapat celah pada pagar yang rusak sehingga memungkinkan seseorang memasuki area sekolah.

Kondisi tersebut diperparah dengan kamera pengawas (CCTV) di sekitar ruang kelas SD yang sedang tidak berfungsi.

Saat kejadian, lingkungan sekolah juga dalam keadaan sepi karena bertepatan dengan libur Sabtu dan Minggu. Penjaga sekolah sedang sakit, sementara pekerja renovasi tidak berada di lokasi.

Barang yang hilang merupakan aset yang dibeli menggunakan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) pada tahun anggaran sebelumnya. Seluruh kipas angin digunakan untuk menunjang kenyamanan siswa saat belajar, sedangkan speaker dipakai dalam berbagai kegiatan pembelajaran.

“Itu kipas dan speaker dari anggaran BOSP tahun lalu. Sekarang kami sudah tidak punya lagi,” katanya.

Ia mengungkapkan pihak sekolah sebenarnya berencana menambah dan memperbaiki CCTV di lingkungan sekolah. Namun, keterbatasan anggaran membuat rencana tersebut belum dapat direalisasikan.

Hingga Rabu (8/7/2026), pihak sekolah belum melaporkan dugaan pencurian tersebut kepada kepolisian maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang. Saat ini, sekolah masih memprioritaskan penyelesaian administrasi penerimaan peserta didik baru.

Meski demikian, pihak sekolah berharap pelaku segera ditemukan agar kejadian serupa tidak terulang. Mereka juga meminta masyarakat memberikan informasi apabila menemukan orang yang menawarkan enam kipas angin dan satu speaker dengan ciri yang sama.

“Kalau ada yang menawarkan enam kipas dan satu speaker, kami berharap bisa segera diberi tahu,” pungkas Herlita. (*) 

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |