BONTANGPOST.ID, Bontang – Seorang pria diduga menjadi korban penganiayaan di depan Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bontang, Jalan MH Thamrin, Rabu (8/7/2026) sore. Insiden tersebut diduga dipicu persoalan asmara.
Salah seorang pegawai Bapenda yang enggan disebutkan namanya mengaku sempat menyaksikan keributan antara seorang pengendara sepeda motor dan penumpang mobil. Menurutnya, sebelum terjadi pemukulan sempat berlangsung aksi saling kejar.
“Kayaknya karena masalah perempuan. Tadi mobilnya sempat dibawa pengendara motor, sementara motor terduga pelaku ditinggal di lokasi lalu diamankan ke Polsek Bontang Utara,” ujarnya.
Petugas keamanan setempat sempat berupaya melerai. Namun, pengendara Honda Beat hitam tersebut tetap melayangkan pukulan kepada korban.
Korban berinisial RR (20) menuturkan, sebelum kejadian ia bersama dua rekannya, NW (22) dan NB (20), baru selesai mencari makan. RR mengemudikan mobil Toyota Fortuner milik NW, sedangkan NW duduk di kursi penumpang depan dan NB di kursi belakang.
Saat melintas di depan Batalyon Arhanud 7/ABC, seorang pria yang mengendarai Honda Beat hitam tiba-tiba mendekati mobil mereka sambil menggedor kaca. Pengendara motor tersebut kemudian terus mengikuti kendaraan hingga mobil berhenti di depan Kantor Bapenda.
Setelah mobil berhenti, terduga pelaku membuka pintu mobil dan langsung memukul RR beberapa kali hingga mengalami luka di bagian wajah.
“Bagian wajah kena, hidung saya sampai berdarah,” kata RR saat ditemui di Polsek Bontang Utara.
Usai melakukan pemukulan, terduga pelaku meninggalkan sepeda motornya di lokasi. Selanjutnya, ia mengambil alih kemudi mobil Fortuner milik NW dan membawa kendaraan tersebut pergi dengan NW yang masih berada di dalam mobil.
RR mengaku tidak mengetahui alasan dirinya menjadi sasaran pemukulan. Namun, ia menduga terduga pelaku merupakan mantan kekasih NW yang cemburu melihat mereka pergi bersama.
“Kami hanya teman lama. Memang biasa nongkrong bareng,” ujarnya.
Saat ini RR dan NB menjalani pemeriksaan di Polsek Bontang Utara. Polisi masih mengumpulkan keterangan dari seluruh pihak untuk memastikan motif dugaan penganiayaan tersebut.
Salah seorang personel Polsek Bontang Utara, Putu, mengatakan penyidik akan lebih dahulu mempertemukan kedua belah pihak untuk mediasi sekaligus mendalami penyebab insiden itu.
“Kami lakukan pendalaman terlebih dahulu. Nanti akan dipertemukan untuk mediasi. Kalau yang bersangkutan tidak datang atau tidak ada titik temu, proses selanjutnya seperti laporan polisi dan visum akan dilakukan,” pungkasnya. (*)


















































