BONTANGPOST.ID, Bontang – Program pemasangan jaringan gas (jargas) gratis di Kota Bontang dikeluhkan warga. Sejumlah penerima manfaat mengaku dimintai uang tambahan oleh pekerja lapangan saat proses survei pemasangan dilakukan.
Diketahui, Pemkot Bontang sebelumnya mengajukan sebanyak 12.533 sambungan jargas untuk masyarakat kepada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas).
BACA JUGA: Dugaan Pungli Jargas Gratis Bontang Diusut, Warga yang Menolak Bayar Dipastikan Tetap Dipasang
Salah satu warga yang mengaku mengalami hal tersebut ialah Gunawan, warga RT 55 Kelurahan Berebas Tengah.
Ia menceritakan, pada April 2026 lalu rumahnya didatangi pekerja lapangan untuk survei pemasangan pipa jargas. Saat itu, proses peninjauan turut didampingi ketua RT setempat.
Awalnya, pekerja menyebut rumah Gunawan tidak bisa dipasang jargas karena dianggap terlalu jauh dari jalur pipa induk.
Namun Gunawan merasa alasan tersebut janggal lantaran rumah di belakang tempat tinggalnya justru sudah terpasang jaringan gas, padahal berada di kawasan yang sama.
“Karena penjelasannya mutar-mutar, Ketua RT saya langsung tanya kalau bisa dipasang bagaimana. Dijawab pekerja lapangan itu harus tambah Rp500 ribu untuk penggalian dan pemasangan pipa,” ungkap Gunawan saat ditemui, Senin (11/5/2026).
Mendengar hal tersebut, Gunawan memilih tidak membayar. Sebab, ia mengetahui dari informasi resmi dan pemberitaan bahwa pemasangan jargas bagi penerima manfaat dilakukan secara gratis tanpa pungutan biaya tambahan.
Ia juga menyebut rumah di belakang tempat tinggalnya tidak dipungut biaya saat pemasangan dilakukan.
Hingga Mei 2026, sambungan jargas di rumahnya belum juga terpasang. Menurutnya, ketua RT setempat sudah berupaya melakukan tindak lanjut kepada pihak terkait, namun belum ada kejelasan.
“Khawatirnya nanti rumah saya tidak dipasang karena tidak bayar, atau malah nama saya hilang dari daftar penerima manfaat,” ujarnya.
Gunawan berharap proses pemasangan jargas lebih diawasi langsung oleh petugas resmi agar tidak menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.
“Petugas Jargas Bontang sendiri bilang semua pemasangan gratis. Bahkan di stiker rumah juga tertulis gratis, tidak bayar,” pungkasnya.
Direktur Bontang Migas Energi (BME), Erwin, dikonfirmasi terkait hal ini menyebut tidak mengetahui pasti adanya dugaan pungli tersebut. Dia mengarahkan untuk mengklarifikasi langsung kepada kontraktor pelaksana. BME diketahui merupakan perusahaan daerah yang mengurusi jargas di Bontang. (*)


















































