Dugaan Pungli Jargas Gratis Bontang Diusut, Warga yang Menolak Bayar Dipastikan Tetap Dipasang

23 hours ago 7

BONTANGPOST.ID, Bontang – Dugaan pungutan liar (pungli) dalam program pemasangan jaringan gas (jargas) gratis di Kota Bontang mencuat. Seorang warga Berebas Tengah mengaku diminta uang tambahan Rp500 ribu oleh oknum pekerja lapangan saat proses survei pemasangan dilakukan. Namun pihak pengawas proyek menegaskan seluruh pemasangan jargas bagi penerima manfaat dilakukan gratis tanpa pungutan biaya apa pun.

Pengawas Lapangan Pemasangan Jargas Gratis Bontang, Mulya Munir, mengatakan, pihaknya memastikan program ini tidak ada penarikan biaya. Baik untuk sambungan rumah (SR) maupun sambungan kompor (SK).

BACA JUGA: Dugaan Pungli Pemasangan Jargas Gratis di Bontang, Warga Mengaku Diminta Rp500 Ribu

“Mau dipasang panjang berapapun, 10 ataupun 20 meter, asalkan dia terdaftar penerima manfaat (gratis),” tuturnya.

Setelah dilakukan pengecekan data, warga tersebut memang sudah terdaftar dan menunggu pemasangan saja.

Ia menekankan kepada masyarakat jangan memberikan uang jika ada oknum meminta biaya pemasangan. Segera melaporkan kejadian tersebut ke nomor pengaduan 082342677685.

“Kami akan usut tuntas. Oknum yang meminta akan kami pulangkan dan kami pastikan penerima manfaat tersebut pasti dipasang,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, program pemasangan jaringan gas (jargas) gratis di Kota Bontang dikeluhkan warga. Sejumlah penerima manfaat mengaku dimintai uang tambahan oleh pekerja lapangan saat proses survei pemasangan dilakukan.

Diketahui, Pemkot Bontang sebelumnya mengajukan sebanyak 12.533 sambungan jargas untuk masyarakat kepada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas).

Salah satu warga yang mengaku mengalami hal tersebut ialah Gunawan, warga RT 55 Kelurahan Berebas Tengah.

Ia menceritakan, pada April 2026 lalu rumahnya didatangi pekerja lapangan untuk survei pemasangan pipa jargas. Saat itu, proses peninjauan turut didampingi ketua RT setempat.

Awalnya, pekerja menyebut rumah Gunawan tidak bisa dipasang jargas karena dianggap terlalu jauh dari jalur pipa induk.

Namun Gunawan merasa alasan tersebut janggal lantaran rumah di belakang tempat tinggalnya justru sudah terpasang jaringan gas, padahal berada di kawasan yang sama.

“Karena penjelasannya mutar-mutar, Ketua RT saya langsung tanya kalau bisa dipasang bagaimana. Dijawab pekerja lapangan itu harus tambah Rp500 ribu untuk penggalian dan pemasangan pipa,” ungkap Gunawan saat ditemui, Senin (11/5/2026).

Mendengar hal tersebut, Gunawan memilih tidak membayar. Sebab, ia mengetahui dari informasi resmi dan pemberitaan bahwa pemasangan jargas bagi penerima manfaat dilakukan secara gratis tanpa pungutan biaya tambahan.

Ia juga menyebut rumah di belakang tempat tinggalnya tidak dipungut biaya saat pemasangan dilakukan.

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |