BONTANGPOST.ID, Bontang – Keluhan mengenai sulitnya mengakses layanan WiFi gratis di sejumlah taman kota di Bontang ramai bermunculan di media sosial. Warga mengaku jaringan yang sebelumnya dapat digunakan secara langsung kini meminta kata sandi (password).
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bontang, Andi Hasanuddin, membenarkan adanya perubahan mekanisme akses tersebut. Menurutnya, jaringan WiFi di ruang publik seperti Taman Adipura dan Taman Tanjung Laut kini memang dilengkapi password.
Andi menjelaskan, kebijakan itu diterapkan sebagai tindak lanjut pemenuhan indikator penilaian Kota Layak Anak (KLA). Permintaan tersebut disampaikan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB).
“Sandi disimpan oleh pengelola taman. Masyarakat tetap bisa menggunakannya, hanya saja anak-anak diharapkan mengakses internet dengan pendampingan orang tua,” ujarnya.
Ia menegaskan, penggunaan password bukan berarti layanan WiFi gratis dihentikan. Perubahan hanya dilakukan pada mekanisme akses agar penggunaan internet oleh anak-anak dapat lebih terkontrol.
Menurut Andi, kebijakan serupa juga diterapkan di sejumlah daerah lain yang mengikuti evaluasi Kota Layak Anak.
“Daerah lain seperti Balikpapan dan Samarinda juga menerapkan hal yang sama. Ini merupakan bagian dari pemenuhan indikator penilaian KLA,” katanya.
Selain di taman kota, Diskominfo berencana menerapkan sistem serupa pada jaringan WiFi di sejumlah masjid. Saat ini, skema tersebut masih disiapkan bersama penyedia layanan internet.
Sementara itu, kebijakan penggunaan password tidak berlaku untuk jaringan WiFi yang dipasang di lingkungan RT. Pada layanan tersebut, Diskominfo hanya melakukan penyaringan terhadap konten negatif.
Melalui jaringan internet milik pemerintah, Diskominfo juga membatasi akses ke sejumlah gim daring seperti Roblox, Mobile Legends, Free Fire, dan PUBG. Namun, Andi mengakui pembatasan tersebut belum sepenuhnya efektif karena masih terdapat cara untuk mengakses layanan tersebut.
“Karena itu kami masih menyusun skema pembatasan yang lebih efektif,” pungkasnya. (*)
















































