DPK Bontang Suguhkan Festival Literasi 2026, Hadirkan Asma Nadia dan Puluhan Agenda Edukatif

13 hours ago 5

BONTANGPOST.ID, Bontang Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang kembali menggelar Festival Literasi 2026 pada 13–15 Agustus mendatang di aula dan halaman kantor DPK Bontang. Beragam kegiatan edukatif, pameran, hingga diskusi publik disiapkan untuk pelajar dan masyarakat umum.

Kepala Bidang Perpustakaan DPK Bontang, Indra Nopika Wijaya, mengatakan festival tahun ini akan menghadirkan penulis novel ternama Asma Nadia sebagai bintang tamu utama. Kehadirannya diharapkan dapat memotivasi generasi muda untuk semakin mencintai dunia literasi.

“Guest star Festival Literasi tahun ini adalah Asma Nadia. Beliau merupakan salah satu penulis novel terbaik di Indonesia dengan banyak karya yang telah diangkat ke layar lebar, seperti Surga yang Tak Dirindukan, Assalamualaikum Beijing, Catatan Hati Seorang Istri, Rumah Tanpa Jendela, dan masih banyak lagi,” ujar Indra, Selasa (14/7).

Selain menghadirkan Asma Nadia, festival juga akan diramaikan dengan berbagai pameran, di antaranya koleksi pusaka berupa senjata tradisional, koleksi perpustakaan, karya para juara lomba menggambar dan mewarnai, serta pameran perpustakaan sekolah dan perpustakaan kelurahan terbaik.

Sebanyak tiga penerbit nasional, yakni Gramedia, Intan Pariwara, dan Erlangga, turut berpartisipasi dalam pameran buku. DPK juga menyiapkan pameran lukisan, pameran arsip, talkshow, bedah buku bertema parenting, diskusi publik, workshop, hingga pelatihan storytelling yang dapat diikuti masyarakat tanpa dipungut biaya.

Menurut Indra, Festival Literasi tidak hanya menjadi ajang untuk mempromosikan budaya baca, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi bagi dunia pendidikan, seni, pelaku UMKM, serta komunitas kreatif di Kota Bontang.

“Harapannya festival ini semakin memperkuat budaya literasi sekaligus membuka ruang kolaborasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan, penyelenggaraan Festival Literasi 2026 didukung Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan anggaran sekitar Rp150 juta. Anggaran tersebut digunakan untuk menghadirkan berbagai program yang bertujuan memperluas akses literasi dan menciptakan ruang belajar yang inklusif.

Indra menegaskan seluruh rangkaian kegiatan dapat diikuti secara gratis, termasuk bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ingin membuka stan selama festival berlangsung.

“Semua kegiatan gratis. UMKM yang ingin berjualan maupun mengikuti pameran juga tidak dipungut biaya. Kami akan menyiapkan tempatnya karena fokus DPK adalah memberikan pelayanan dan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat,” tegasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |