BONTANGPOST.ID, Bontang – Proyek penurapan sungai di akses masuk Perum Griya Wisata, Kelurahan Bontang Kuala, menunjukkan progres yang lebih cepat dari jadwal. Hingga awal Juli, capaian pekerjaan telah mencapai 75,95 persen atau surplus sekitar 27 persen dari target yang ditetapkan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang, Much Cholis Edi Prabowo, mengatakan percepatan tersebut membuat proyek senilai Rp4,5 miliar itu diperkirakan selesai sebelum masa kontrak berakhir.
“Progresnya sudah 75,95 persen. Angka ini surplus sekitar 27 persen dari target,” ujar Bowo saat meninjau lokasi, Senin (6/7/2026).
Proyek yang dikerjakan CV Teluk Damai Jaya sejak 11 Maret 2026 itu memiliki panjang penurapan sekitar 160 meter di sisi kanan akses masuk Perum Griya Wisata.
Menurut Bowo, pembangunan penurapan bertujuan menahan limpasan air pasang agar tidak masuk ke kawasan permukiman maupun Kantor Kelurahan Bontang Kuala.
“Tujuannya untuk membendung air saat pasang sehingga tidak menggenangi kawasan perumahan dan kantor kelurahan,” katanya.
Struktur penurapan dibangun menggunakan tiang pancang dengan konstruksi beton bertulang dan batu gunung (komposit) agar lebih kuat menahan tekanan air.
PUPRK optimistis pekerjaan dapat dirampungkan pada akhir September 2026, lebih cepat dari masa kontrak yang berlangsung selama enam bulan.
Meski demikian, Bowo mengingatkan penurapan ini belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan banjir rob di Bontang Kuala. Pasalnya, pekerjaan yang dilakukan masih bersifat parsial dan hanya mencakup sebagian bantaran sungai.
“Panjang sungai di Bontang Kuala masih cukup banyak. Karena keterbatasan anggaran, penanganannya dilakukan secara bertahap dan perlu dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya,” jelasnya.
Diketahui, kawasan Perum Griya Wisata menjadi salah satu titik yang kerap terdampak banjir rob karena berada di dataran lebih rendah dan berdekatan dengan aliran sungai. (ak)


















































