Detik-detik Kepala BPKAD Bontang Meninggal di Ruang Kerja, Sempat Beraktivitas Sebelum Tak Sadarkan Diri

1 day ago 9

BONTANGPOST.ID, Bontang – Suasana duka menyelimuti ruang jenazah RSUD Taman Husada Bontang, Senin (6/7/2026) sore. Sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), ASN, kerabat, hingga rekan kerja berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bontang, Muhammad Syahbirin, yang meninggal dunia pada hari yang sama.

Rekan kerja almarhum, Kabid Perbendaharaan dan Akuntansi BPKAD Abdul Azis, menceritakan detik-detik sebelum Syahbirin tidak sadarkan diri di ruang kerjanya.

Saat itu, Azis bersama beberapa pegawai menggunakan ruang kerja Kepala BPKAD di lantai dua Kantor BPKAD, Jalan MH Thamrin, Kelurahan Gunung Elai, untuk mengikuti rapat melalui Zoom Meeting.

Meski berada di ruangan yang sama, Syahbirin tidak mengikuti rapat. Ia tetap bekerja di meja kerjanya dan masih sempat berkomunikasi dengan para pegawai sekitar pukul 14.00 Wita.

Sekitar pukul 15.30 Wita, Syahbirin menuju kamar mandi. Beberapa menit kemudian ia kembali ke ruang kerjanya dan duduk di kursi dengan posisi kepala tertunduk, dahi bertumpu di atas lengan di atas meja.

Awalnya, rekan-rekan kerja mengira almarhum sedang mencari sesuatu di bawah meja.

Namun, mereka mulai curiga setelah mendengar suara dengkuran yang tidak biasa. Saat dihampiri, Syahbirin sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Mengetahui almarhum memiliki riwayat penyakit jantung dan pernah menjalani pemasangan ring jantung, para pegawai segera menghubungi ambulans sambil memberikan pertolongan pertama.

“Semuanya berlangsung sangat cepat. Kami langsung menghubungi ambulans begitu melihat kondisi beliau tidak sadarkan diri,” ujar Abdul Azis.

Saat ambulans tiba, kondisi Syahbirin disebut sudah mulai membiru sebelum akhirnya dilarikan ke RSUD Taman Husada Bontang.

Direktur RSUD Taman Husada Bontang, Suhardi, mengatakan tim medis telah melakukan penanganan setibanya almarhum di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Menurutnya, dugaan sementara penyebab meninggalnya Syahbirin mengarah pada penyakit jantung, mengingat almarhum memiliki riwayat gangguan kesehatan tersebut.

“Memang arahnya ke sana karena ada riwayat penyakit juga almarhum,” kata Suhardi.

Rencananya, jenazah diberangkatkan ke rumah duka di Samarinda pada Senin malam. Keluarga dari Sangatta terlebih dahulu menuju Bontang untuk menjemput jenazah sebelum dimakamkan di Samarinda. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |