Antrean Pertalite Makin Parah, Pemkot Bontang Siapkan Sistem Ganjil-Genap

22 hours ago 12

BONTANGPOST.ID, Bontang Antrean Pertalite yang semakin panjang membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menyiapkan skema pembatasan kendaraan berdasarkan pelat nomor ganjil dan genap.

Rencana tersebut disampaikan Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) Setda Bontang, Moch. Arif Rokhman, usai rapat pembahasan antrean BBM bersama DPRD Bontang, Jumat (28/8/2026).

Arif mengatakan, skema tersebut masih dalam tahap pembahasan. Pemkot berencana mengadopsi konsep yang telah diterapkan di Balikpapan, tetapi mekanismenya akan disesuaikan dengan kondisi Bontang.

“Secara konsep seperti di Balikpapan menggunakan sistem ganjil-genap, tapi kita sesuaikan dengan keadaan di Bontang nantinya,” ungkapnya.

Menurut Arif, penerapan sistem tersebut ditujukan untuk memecah konsentrasi kendaraan yang mengantre di SPBU. Sebab, antrean yang semakin panjang mulai berdampak terhadap arus lalu lintas dan akses menuju sejumlah toko di sekitar SPBU.

Meski demikian, Arif belum dapat memastikan kapan sistem ganjil-genap mulai diberlakukan. Pemkot masih perlu melaporkan dan membahas teknis penerapannya dengan pimpinan.

Namun, kebijakan tersebut diupayakan segera diterapkan mengingat kondisi antrean yang dinilai semakin mengganggu.

“Tapi secepatnya karena ini antrean sudah sangat parah. Kami terapkan nanti sembari kami lakukan evaluasi,” tambahnya.

Arif mengatakan, selain meningkatnya permintaan Pertalite, antrean semakin parah dalam sepekan terakhir setelah SPBU Tanjung Laut sempat mendapatkan sanksi penghentian sementara (suspend) suplai Pertalite.

SPBU tersebut disebut melakukan pelanggaran dalam penyaluran BBM subsidi. Temuan yang menjadi dasar sanksi berkaitan dengan barcode transaksi yang menunjukkan nomor pelat kendaraan berbeda dengan kendaraan yang melakukan pengisian.

“Ini juga jadi kendala. Di sisi lain, sanksi itu juga berdampak ke antrean di SPBU lain. Makanya pengendara ke SPBU Kopkar Kilo 6, antreannya paling panjang karena stok mereka paling banyak,” jelasnya.

Kondisi antrean tersebut sebelumnya terlihat di SPBU Koperasi Karyawan (Kopkar) Kilo 6, Jalan Brigjen Katamso, Bontang, Selasa (25/8/2026).

Pantauan Bontangpost.id sekitar pukul 09.44 Wita, antrean kendaraan roda dua dan roda empat yang hendak mendapatkan Pertalite mengular hingga melewati Simpang Tiga Yabis.

Untuk mengurai kepadatan, pengelola SPBU menerapkan dua jalur antrean. Namun, panjangnya antrean membuat sejumlah kendaraan mengambil sebagian badan Jalan Brigjen Katamso.

Kondisi itu membuat ruang bagi kendaraan lain untuk melintas menjadi lebih terbatas. Sejumlah pengendara terlihat memperlambat laju saat melewati sisi antrean.

Direktur Utama SPBU Kopkar, Muhammad Jufri, mengatakan penerapan dua jalur dilakukan untuk mengantisipasi antrean yang semakin panjang.

“Ini antrean sudah panjang, khawatirnya makin panjang. Makanya kita terapkan sistem antrean dua jalur,” terangnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |