BONTANGPOST.ID, Bontang – Kondisi dua lift di Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) Bontang menjadi perhatian. Satu lift tidak dapat digunakan, sementara lift lainnya masih beroperasi tetapi disebut kerap mengalami error.
Pantauan Bontang Post di lokasi, Kamis (27/8/2026), lift yang berada di bagian depan pasar sebelah kiri dan melayani akses dari lantai 1 hingga lantai 3 terlihat tidak dapat digunakan.
Sementara lift di bagian belakang gedung masih bisa digunakan untuk akses dari lantai dasar area parkir hingga lantai 4. Namun, berdasarkan keterangan pengelola pasar, lift tersebut juga tidak selalu berfungsi normal.
Kondisi itu membuat sejumlah pedagang memilih menggunakan tangga untuk berpindah lantai. Terlebih, beberapa pedagang mengaku memiliki pengalaman kurang nyaman saat menggunakan lift.
Mira, pedagang pakaian di lantai 2, mengaku baru sekali menggunakan lift. Ia kemudian memilih tidak menggunakannya lagi karena khawatir dengan kondisi pintu lift yang dinilainya lambat terbuka.
“Saya baru sekali pakai. Takut juga karena pintunya lambat terbuka,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Suryani, pedagang ikan kering di lantai 3B. Ia mengatakan pernah menggunakan lift ketika masih berfungsi. Namun, lift tersebut terasa bergetar saat digunakan sehingga membuatnya enggan kembali menaikinya.
“Saya pernah sekali waktu masih aktif. Waktu digunakan terasa bergetar, jadi setelah itu tidak berani lagi,” katanya.
Sementara Hartuti, pedagang buah di lantai 3B, menyebut lift yang biasa digunakannya untuk mengangkut barang sudah tidak berfungsi selama beberapa bulan terakhir.
“Sudah sekitar tiga sampai empat bulan rusak. Biasanya saya pakai untuk angkut buah ke atas, tapi sekarang tidak bisa lagi,” tuturnya.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Kota Bontang Nurfaidah mengatakan, anggaran Rp3,7 miliar untuk pengadaan tersebut mencakup pembangunan dua lift pada 2023. Pengadaan dilakukan melalui anggaran perubahan sebelum dirinya menjabat sebagai kepala UPT.
Menurutnya, lift yang berada di bagian depan pasar dan melayani lantai 1 hingga lantai 3 mengalami kerusakan sejak April 2026. Sedangkan lift di bagian belakang yang melayani akses dari lantai dasar hingga lantai 4 masih dapat digunakan, tetapi terkadang mengalami error sejak Januari 2026.
“Makanya kami imbau pedagang untuk naik tangga terlebih dahulu, untuk menghindari yang tidak diinginkan,” pungkasnya.
Persoalan kondisi lift tersebut menjadi perhatian di tengah penyelidikan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bontang terkait dugaan ketidaksesuaian pengadaan lift Pasar Tamrin.
Pengadaan lift dilakukan pada 2023 dengan nilai kontrak mencapai Rp3,7 miliar dan dikerjakan PT Khalifah Borneo Mandiri. Kejari Bontang telah memeriksa sejumlah pihak yang terlibat dalam pelaksanaan hingga pengawasan proyek tersebut.
Kepala Kejaksaan Negeri Bontang Beni Putra melalui Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Imam Roesli mengatakan, sekitar 10 saksi telah diperiksa. Mereka di antaranya Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), bendahara, kontraktor pelaksana, konsultan perencana, konsultan pengawas, Kepala UPT Pasar, serta pihak terkait lainnya.
“Ada sekitar 10 saksi yang kami sudah periksa,” ungkapnya.
Pendalaman juga dilakukan dengan mengecek kondisi fisik lift bersama tim ahli untuk memastikan kesesuaian fasilitas yang terpasang dengan ketentuan dalam kontrak.
“Dugaannya lift yang terpasang tidak sesuai dengan kontrak. Modusnya tidak sesuai spesifikasi, volume dan mutu,” kata Imam.
Menurutnya, ketidaksesuaian tersebut menjadi perhatian karena lift merupakan fasilitas yang digunakan masyarakat. Jika terdapat masalah pada spesifikasi maupun mutu, kondisi tersebut berpotensi membahayakan pengguna.
“Sehingga apabila digunakan dapat membahayakan keselamatan pengguna,” ujarnya.
Kejari Bontang masih melengkapi dokumen dan bahan sebelum perkara diekspose untuk menentukan langkah selanjutnya. Jika penyelidikan ditingkatkan ke tahap penyidikan, penghitungan dugaan kerugian negara serta pihak yang bertanggung jawab akan didalami lebih lanjut. (*)

















































