DPRD Bontang Geram SBM Pertamina Mangkir Rapat, Jurnalis Disebut Ikut Diblokir

1 day ago 10

BONTANGPOST.ID, Bontang DPRD Bontang menyayangkan ketidakhadiran Branch Manager (SBM) Kaltimut III Fuel Pertamina, Hermawan Bagus Prabowo, dalam rapat pembahasan antrean dan distribusi BBM di Gedung DPMPTSP Bontang, Jumat (28/8/2026).

Ketidakhadiran Hermawan kembali dipersoalkan DPRD. Sebab, rapat tersebut membutuhkan penjelasan langsung dari pihak yang menangani distribusi BBM terkait panjangnya antrean Pertalite di sejumlah SPBU.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Bontang, Awinardi, mengatakan pihaknya telah beberapa kali mengundang Hermawan untuk menghadiri rapat. Namun, hingga pertemuan tersebut, yang bersangkutan disebut sudah tiga kali tidak hadir.

Menurut Awin, kehadiran langsung Hermawan diperlukan agar persoalan distribusi BBM dapat dijelaskan secara konkret, bukan sekadar melalui perwakilan.

“Ini hanya perwakilan yang dihadirkan, paling nanti dicatat lalu akan disampaikan. Tidak ada perubahan. Jadi percuma saya minta tanggal 31 Pak Bagus hadir,” tegasnya.

Awin meminta Hermawan hadir dalam rapat berikutnya yang dijadwalkan pada 31 Agustus 2026. Ia menilai perwakilan yang hadir belum cukup untuk menjawab sejumlah persoalan yang dipertanyakan DPRD.

“Jadi tanggal 31 itu saya minta Pak Bagus hadir. Kami ingin dengar langsung penjelasannya,” ujarnya.

Selain menyoroti ketidakhadiran dalam rapat, Ketua Komisi C DPRD Bontang, Alfin Rausan Fikry, turut menyinggung laporan mengenai nomor jurnalis yang disebut diblokir oleh Hermawan.

Alfin menyayangkan tindakan tersebut karena dinilai dapat menghambat kerja jurnalistik, terutama dalam memperoleh informasi mengenai persoalan BBM yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.

Menurutnya, komunikasi dengan media tetap diperlukan agar informasi mengenai distribusi BBM dapat dikonfirmasi secara terbuka dan berimbang.

“Hadapi Pak nanti pas datang jurnalisnya. Datang nanti rapat, tapi kalau enggak mampu lebih baik mundur,” tegas Alfin.

Dalam rapat tersebut, DPRD juga menyoroti pola distribusi Pertalite ke sejumlah SPBU yang dinilai belum optimal.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Bontang, Winardi, mengatakan setiap SPBU disebut telah melakukan deposit untuk pemesanan BBM sekitar 16 ribu kiloliter. Namun, pasokan yang diterima hanya sekitar 8 ribu kiloliter.

Selain jumlah pasokan, Winardi mempertanyakan waktu distribusi Pertalite yang dinilai tidak sesuai jadwal. BBM yang seharusnya dikirim sekitar pukul 08.00 Wita disebut baru tiba sekitar pukul 16.00 Wita.

Menurutnya, keterlambatan dan terbatasnya pasokan tersebut berdampak terhadap ketersediaan Pertalite dan membuat antrean kendaraan semakin panjang.

“Mentang-mentang Pertamina yang punya jadi seenak-enaknya mengatur. Benahi itu distribusinya,” tegasnya.

Sebelumnya, antrean kendaraan untuk mendapatkan Pertalite juga mengular di SPBU Koperasi Karyawan (Kopkar) Kilo 6, Jalan Brigjen Katamso, Bontang, Selasa (25/8/2026).

Pantauan Bontangpost.id sekitar pukul 09.44, antrean memanjang hingga melewati Simpang Tiga Yabis. Antrean didominasi kendaraan roda dua dan roda empat yang hendak mengisi Pertalite.

Untuk mengurai kepadatan, pengelola SPBU menerapkan dua jalur antrean. Namun, panjangnya antrean membuat sebagian kendaraan mengambil badan Jalan Brigjen Katamso sehingga ruang bagi kendaraan lain untuk melintas menjadi lebih terbatas.

Direktur Utama SPBU Kopkar, Muhammad Jufri, mengatakan sistem dua jalur diterapkan untuk mengantisipasi antrean yang semakin panjang.

“Ini antrean sudah panjang, khawatirnya makin panjang. Makanya kita terapkan sistem antrean dua jalur,” terangnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |