BONTANGPOST.ID, Bontang – Rencana pembangunan Taman Makam Pahlawan (TMP) di Bontang pada 2027 mendapat sorotan dari Ketua Komisi C DPRD Bontang, Alfin Rausan Fikry.
Alfin meminta Pemerintah Kota Bontang mempertimbangkan kembali skala prioritas pembangunan. Menurutnya, penyediaan lahan pemakaman umum (TPU) justru lebih mendesak mengingat keterbatasan lahan pemakaman di sejumlah wilayah.
Ia menyoroti kondisi TPU Bontang Kuala yang saat ini sudah padat. Sementara itu, TPU Lempake di Kelurahan Loktuan yang telah diperluas juga dinilai belum menjadi solusi jangka panjang karena ketersediaan lahannya masih terbatas.
“Ada baiknya cari lahan TPU daripada pemakaman pahlawan. Nanti kalau TPU yang ada sekarang penuh, kita sudah siap,” ujar Alfin.
Menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan lahan TPU sejak dini agar persoalan pemakaman tidak menjadi masalah ketika kapasitas lahan yang tersedia sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Selain TPU, Alfin juga meminta pemerintah memperhatikan kebutuhan lahan untuk sektor persampahan. Menurutnya, penyediaan lahan tempat pembuangan akhir (TPA) juga perlu dipersiapkan untuk mengantisipasi peningkatan volume sampah di Bontang.
“Kalau bisa, lahan pembuangan sampah itu juga. Hal ini yang harusnya menjadi prioritas pemerintah,” katanya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Bontang berencana menyiapkan lahan untuk pembangunan TMP di kawasan Bontang Lestari. Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi tempat penghormatan bagi para pahlawan, pejuang, dan veteran yang telah berjasa bagi bangsa.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan, pembangunan TMP telah tercantum dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Bontang Lestari menjadi salah satu lokasi yang dipertimbangkan karena memiliki ruang terbuka yang dapat dikembangkan menjadi kawasan TMP.
Neni menyebut pembangunan dapat memanfaatkan ruang terbuka hijau yang sudah tersedia sehingga kebutuhan anggaran dapat ditekan dan difokuskan pada fasilitas pendukung.
“Kita tidak perlu menganggarkan terlalu banyak karena tamannya sudah ada. Tinggal dilengkapi mungkin prasasti, Pancasila, dan tempat upacaranya,” ujar Neni. (*)

















































