BONTANGPOST.ID, Bontang – Antrean kendaraan untuk mendapatkan Pertalite kembali menjadi sorotan di Bontang. DPRD menilai kondisi tersebut tak lepas dari pola distribusi BBM ke sejumlah SPBU yang belum berjalan optimal.
Sorotan itu disampaikan dalam rapat pembahasan antrean BBM bersama pemerintah di ruang DPMPTSP Bontang, Jumat (28/8/2026).
Wakil Ketua Komisi B DPRD Bontang, Winardi, mengatakan setiap SPBU disebut telah melakukan deposit untuk pemesanan BBM sekitar 16 ribu kiloliter. Namun, pasokan yang diterima hanya sekitar 8 ribu kiloliter.
Selain jumlah pasokan, ia juga mempertanyakan waktu distribusi Pertalite yang dinilai tidak sesuai jadwal. BBM yang seharusnya tiba sekitar pukul 08.00 Wita disebut baru diterima pada pukul 16.00 Wita.
Menurut Winardi, keterlambatan dan terbatasnya pasokan tersebut berdampak terhadap ketersediaan Pertalite sehingga antrean kendaraan semakin panjang.
“Mentang-mentang Pertamina yang punya jadi seenak-enaknya mengatur. Benahi itu distribusinya,” tegasnya.
Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam, turut mempertanyakan pola penyaluran tersebut. Ia menyebut kapasitas tampungan di setiap SPBU sebenarnya cukup besar, bahkan mencapai sekitar 50 ribu kiloliter.
Dengan kapasitas tersebut, Rustam menilai pasokan semestinya dapat disalurkan lebih optimal agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Ia juga menyoroti masih adanya sisa kuota Pertalite di Bontang. Berdasarkan data semester I, sisa kuota Pertalite disebut mencapai 12.656 kiloliter.
Rustam khawatir jika distribusi tidak dilakukan secara maksimal, kuota tersebut masih tersisa hingga penghujung tahun.
Padahal, ketika distribusi berjalan lancar, pasokan Pertalite yang dapat disalurkan setiap hari mencapai sekitar 56 ribu liter untuk lima SPBU di Bontang.
Kelima SPBU tersebut yakni SPBU Akawy, Kopkar Kilo 6, Kilometer 3, Tanjung Laut, dan KS Tubun.
“Ini tiap SPBU bisa menampung semua, kenapa harus ditahan? Apa alasannya,” pungkasnya.
Kondisi antrean sebelumnya terlihat di SPBU Koperasi Karyawan (Kopkar) Kilo 6, Jalan Brigjen Katamso, Bontang, Selasa (25/8/2026).
Pantauan Bontangpost.id sekitar pukul 09.44 Wita, antrean kendaraan memanjang hingga melewati Simpang Tiga Yabis. Antrean didominasi kendaraan roda dua dan roda empat yang hendak mengisi Pertalite.
Di area SPBU, pengelola menerapkan dua jalur antrean untuk mengurai kepadatan. Namun, panjangnya antrean membuat kendaraan mengambil sebagian badan Jalan Brigjen Katamso.
Kondisi tersebut membuat ruang bagi kendaraan lain untuk melintas menjadi lebih terbatas. Sejumlah pengendara terlihat memperlambat laju dan berhati-hati saat melewati sisi antrean.
Direktur Utama SPBU Kopkar, Muhammad Jufri, mengatakan sistem dua jalur diterapkan untuk mengantisipasi antrean yang semakin panjang.
“Ini antrean sudah panjang, khawatirnya makin panjang. Makanya kita terapkan sistem antrean dua jalur,” terangnya. (*)

















































