BONTANGPOST.ID, Bontang – Libur sekolah dimanfaatkan Pemerintah Kota Bontang untuk mendorong anak-anak menghabiskan waktu dengan kegiatan yang lebih edukatif.
Wali Kota Bontang sekaligus Bunda Literasi Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengajak para orang tua membawa anak berkunjung ke Perpustakaan Kota Bontang daripada menghabiskan waktu bermain gadget.
Ajakan tersebut disampaikan seiring tingginya penggunaan gawai dan permainan daring di kalangan anak selama masa liburan. Menurut Neni, perpustakaan dapat menjadi alternatif ruang belajar sekaligus tempat rekreasi yang menyenangkan.
Untuk mendukung hal itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bontang menghadirkan program BERLIAN (Bermain dan Berliterasi Selama Liburan di Perpustakaan) yang digelar selama masa libur sekolah.
Program tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Bahkan, sejak hari pertama pelaksanaan, jumlah pengunjung meningkat signifikan.
“Saya sangat bersyukur, kunjungan selama libur sekolah melalui program BERLIAN ini sangat tinggi. Baru pukul 10.00 pagi saja sudah ada lebih dari 100 pengunjung yang datang ke perpustakaan,” ujar Neni.
Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan semakin banyak orang tua yang mulai memanfaatkan perpustakaan sebagai tempat belajar sekaligus mengisi waktu luang anak secara positif.
Neni juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi penggunaan gadget selama libur sekolah. Ia menilai pemakaian gawai secara berlebihan dapat memicu berbagai persoalan, termasuk kecanduan bermain gim daring seperti Roblox.
Karena itu, ia mengajak masyarakat menjadikan perpustakaan sebagai pilihan aktivitas yang lebih bermanfaat bagi tumbuh kembang anak.
“Ayo manfaatkan waktu libur ini dengan kegiatan yang positif daripada hanya bermain gadget atau game. Banyak persoalan anak muncul karena kecanduan game. Mari ajak anak-anak kita ke Perpustakaan Kota Bontang,” ajaknya.
Ia berharap tren meningkatnya kunjungan ke perpustakaan dapat terus dipertahankan. Untuk itu, DPK Bontang didorong menghadirkan lebih banyak program kreatif yang mampu menumbuhkan minat baca dan budaya literasi di kalangan generasi muda.
“Semoga perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca buku, tetapi juga menjadi ruang belajar, berkreasi, dan berinteraksi yang menyenangkan, baik saat liburan maupun di hari-hari biasa,” pungkasnya.
(*)


















































