BONTANGPOST.ID, Bontang – Pemadaman listrik bergilir yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Kota Bontang belum memberikan dampak signifikan terhadap layanan air bersih. Perumda Tirta Taman memastikan distribusi air kepada pelanggan tetap berjalan berkat sistem interkoneksi antar Water Treatment Plant (WTP).
Direktur Perumda Tirta Taman, Suramin, mengatakan setiap instalasi pengolahan air di Bontang kini saling terhubung. Sistem tersebut memungkinkan pasokan air dialihkan dari WTP lain ketika salah satu instalasi berhenti beroperasi akibat pemadaman listrik.
“Kalau ada satu WTP yang padam, bukan berarti pelanggan langsung tidak mendapat air. Sekarang jaringan kami sudah saling terkoneksi. Memang tekanannya bisa menurun, tetapi air tetap mengalir,” ujarnya, Kamis (2/7/2026).
Menurut Suramin, kondisi itu sudah terlihat saat pemadaman listrik terjadi di kawasan Tanjung Laut. Meski WTP setempat sempat berhenti beroperasi, kebutuhan pelanggan tetap dipenuhi melalui suplai dari instalasi lain.
Sebagai contoh, kawasan Tanjung Limau yang selama ini dilayani WTP Bhayangkara masih bisa memperoleh tambahan pasokan dari WTP Loktuan. Hal serupa juga diterapkan untuk wilayah Berbas Tengah yang dapat disuplai dari WTP Bhayangkara saat diperlukan.
Ia menilai pembangunan jaringan interkoneksi yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir terbukti efektif menjaga kontinuitas pelayanan air bersih ketika terjadi gangguan pasokan listrik.
“Untungnya sekarang jaringan WTP kita sudah menyebar dan terintegrasi. Jadi ketika satu instalasi berhenti karena listrik padam, masih ada suplai dari instalasi lainnya,” katanya.
Meski begitu, Suramin mengakui kapasitas produksi air secara keseluruhan tetap mengalami penurunan karena waktu operasional beberapa instalasi ikut berkurang selama pemadaman berlangsung.
Namun, kondisi tersebut belum berdampak besar terhadap pelayanan karena pemadaman yang dilakukan PLN masih bersifat bergilir dan hanya terjadi di titik-titik tertentu.
“Kalau pemadamannya hanya di beberapa lokasi seperti sekarang, pengaruhnya tidak terlalu besar. Biasanya yang terasa hanya tekanan air berkurang, terutama bagi pelanggan yang berada di ujung jaringan,” jelasnya.
Ia juga menegaskan tidak semua laporan air tidak mengalir disebabkan oleh pemadaman listrik. Sejumlah kasus justru dipicu oleh gangguan pada jaringan distribusi, seperti kebocoran pipa atau saluran yang tersumbat.
“Ada laporan air tidak mengalir, setelah dicek ternyata bukan karena listrik padam, tetapi ada pipa bocor atau saluran tersumbat. Semua laporan tetap kami tindak lanjuti,” pungkasnya. (ak)


















































