Cerita Endy Arfian Jadi Aktor Termuda di Ghost in the Cell

14 hours ago 3

AKTOR Endy Arfian mendapat pengalaman dan pelajaran berharga selama bergabung dalam film  Ghost in the Cell karya sutradara Joko Anwar. Pemeran tokoh Dimas itu menjadi aktor termuda di film produksi Come and See Pictures tersebut.

Dalam wawancara bersama Tempo pada Jumat, 6 Maret 2026, Endy mengaku tidak menemukan adanya sikap senioritas dari para seniornya kendati menjadi yang paling muda di antara jajaran pemeran film Ghost in the Cell. Ia bahkan mengaku “janggal” dengan hal tersebut sehingga mencoba untuk berbincang dengan salah satu aktor senior yang turut andil dalam film serupa, Lukman Sardi. 

“Om kenapa enggak ada sombong-sombongnya atau enggak ada kayak menggurui-mengguruinya? Kenapa om percaya-percaya aja dan humble sama aku?” tanya Endy ke Lukman kala itu. 

Lukman Sardi pun lantas menjawab pertanyaan yang dilontarkan Endy kepadanya. “Iya, lo ini kan masih muda dan lo yang akan meneruskan industri film ini. Kalau misalnya gua kasih contoh yang enggak baik, nanti ketika lo ada di posisi gua, lo akan jadi pribadi yang enggak baik juga dong,” tutur Endy menirukan jawaban lawan mainnya tersebut. 

Dukungan dan Kepercayaan dari Para Aktor Senior

Pemeran film Ghost in The Cell, Morgan Oey (kiri), Aming, Tora Sudiro, Lukman Sardi, dan Endy Arfian, ketika berkunjung ke Kantor Tempo dalam rangka promosi film di Jakarta, 6 Maret 2026. Film horor-komedi besutan sutradara Joko Anwar ini dijadwalkan tayang perdana pada 16 April 2026. Tempo/Fardi Bestari

Setelah mendengar jawaban Lukman, Endy pun semakin menaruh rasa hormatnya kepada sutradara Di Balik 98 itu. Ia turut menyebut bahwa ucapan Lukman tersebut akan ia jadikan pengingat untuk selalu mawas diri dan bersikap rendah hati sebagai aktor ke depannya.

“Makanya kami look up to him. Masa aku mau sombong ketika Om Lukman aja, orang yang aku lihat ke atas, kayak gini. Jadi, Om Lukman mungkin juga mau memberi contoh yang baik buat anak-anak muda,” ujar Endy. 

Tak hanya Lukman Sardi, Endy juga turut mengapresiasi kehangatan dari jajaran aktor senior lainnya yang terlibat dalam film Ghost in the Cell. Ia bahkan sempat mengira akan menjumpai kesulitan untuk bersanding dengan para aktor di film yang disebut Endy sebagai dream project ini. “Aku kira mereka enggak bakal menerimaku atau, pahamlah, mungkin di industri kita masih ada istilah senioritas, menggurui, atau sekadar tidak dipercaya menjadi karakter aku gitu,” ucapnya.

Endy Arfian ketika berkunjung ke kantor Tempo dalam promosi film terbarunya, Ghost in the Cell di Jakarta, 6 Maret 2026. Tempo/Fardi Bestari

Akan tetapi, Endy justru mengaku bahwa para aktor di film terbaru Joko Anwar tersebut justru sangat menyambut dirinya dengan baik, bahkan sejak hari pertama. “Ternyata pas aku ketemu dari hari pertama, mereka semua sudah welcome sama aku, dikasih kepercayaan, dan aku dihargai sebagai aktor,” ucapnya. 

Tantangan Perankan Karakter Jurnalis

Kendati mendapat sambutan positif dari sesama rekan aktor, Endy tetap menemui tantangan dalam memerankan karakter Dimas. Dalam film Ghost in the Cell, Dimas digambarkan sebagai seorang jurnalis sekaligus aktivis lingkungan.

Endy pun mengaku bahwa ia harus bertransformasi dari karakter-karakter sebelumnya yang pernah diperankan oleh aktor berdarah Jawa-Jerman ini. “Aku tuh awam dan ternyata menjadi jurnalis enggak gampang, susah banget,” katanya. 

Untuk mendalami karakternya tersebu, Endy juga melakukan beberapa riset yang prosesnya ia nilai cukup menantang. “Aku harus kayak benar-benar berpikir apa yang mereka (jurnalis) hadapi juga dan itu akan berpengaruh dari cara aku berakting, merespons situasi, dan menyelesaikan masalah,” tuturnya.

Source link

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |