Kronologi Meninggalnya Mandala Risky, Siswa SMKN 4 Samarinda Akibat Sepatu Kekecilan

2 days ago 18

BONTANGPOST.ID, Samarinda Tragedi memilukan menimpa Mandala Risky Syahputra (16), siswa kelas XI Pemasaran 2 SMKN 4 Samarinda, yang meninggal dunia diduga akibat infeksi parah pada kaki.

Kondisi itu dipicu penggunaan sepatu yang tidak sesuai ukuran. Mandala diketahui memakai sepatu ukuran 40, sementara ukuran kakinya mencapai 43. Gesekan yang terjadi menyebabkan lecet hingga berkembang menjadi infeksi serius.

Keterbatasan ekonomi membuat Mandala tetap menggunakan sepatu tersebut setiap hari. Kondisinya semakin memburuk saat ia menjalani program magang sebagai pramuniaga di salah satu pusat perbelanjaan di Samarinda.

Aktivitas yang menuntut banyak berdiri dan berjalan memperparah luka di kakinya hingga infeksi semakin serius.

Meski merasakan sakit, Mandala dikenal sebagai pribadi yang tidak ingin merepotkan keluarga. Ibunya, Ratnasari (40), menyebut anaknya memilih menahan rasa sakit dan tetap beraktivitas seperti biasa.

“Sakit yang dialaminya dia rasakan sendiri, tanpa harus merepotkan orang lain,” ujarnya.

Mandala tinggal bersama ibunya dan adiknya di rumah sewaan di Jalan Tarmidi, Gang 2, Kelurahan Sungai Pinang Luar. Ayahnya telah meninggal dunia.

Ia bahkan sempat ditawari sepatu baru oleh sang ibu, namun menolak. Mandala lebih memilih menyerahkan penghasilannya dari magang sebesar Rp840 ribu per bulan untuk membantu biaya sewa rumah.

“Dia hanya minta dibelikan ganjalan empuk agar kakinya tidak terlalu sakit saat berdiri,” tutur Ratnasari.

Seiring waktu, kondisi infeksi semakin parah hingga Mandala akhirnya tumbang. Ia kemudian dinyatakan meninggal dunia, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.

Kasus ini menyita perhatian publik. Ketua Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Samarinda, Rina Zainun, menyoroti minimnya empati dari sejumlah pihak terkait.

“Sangat memprihatinkan, tidak ada pernyataan belasungkawa,” ujarnya usai mengunjungi keluarga korban.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kaltim, Armin, menyebut pemerintah memiliki sejumlah program bantuan pendidikan bagi siswa kurang mampu, seperti Program Indonesia Pintar (PIP) dan BOSDA. (KP)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |