Meski Turun ke 14,05 Persen, Stunting di Enam Kelurahan Bontang Masih Tinggi

1 day ago 15

BONTANGPOST.ID, Bontang – Prevalensi stunting di Kota Bontang kembali menunjukkan tren penurunan berdasarkan hasil Operasi Timbang Balita yang dilaksanakan pada Juni 2026. Angkanya kini berada di 14,05 persen, turun dari kisaran 15 persen sebelum kegiatan tersebut dilakukan.

Data Dinas Kesehatan Kota Bontang mencatat sebanyak 9.884 balita menjadi sasaran Operasi Timbang. Seluruh balita berhasil ditimbang atau mencapai cakupan 100 persen. Dari hasil tersebut, terdapat 1.389 balita yang masuk kategori stunting.

Berdasarkan persentase, Kelurahan Tanjung Laut Indah menjadi wilayah dengan prevalensi stunting tertinggi, yakni 19,44 persen. Disusul Bontang Lestari (19,35 persen), Berbas Pantai (18,09 persen), Tanjung Laut (17,90 persen), Berbas Tengah (17,65 persen), dan Loktuan (17,59 persen).

Sementara berdasarkan jumlah kasus, Loktuan menjadi kelurahan dengan balita stunting terbanyak, yakni 213 anak.

Selain stunting, persoalan gizi lainnya juga masih menjadi perhatian. Hasil Operasi Timbang mencatat 581 balita mengalami wasting (kurus) dengan prevalensi 5,88 persen, sedangkan balita dengan status underweight (berat badan kurang) mencapai 1.264 anak atau 12,79 persen.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan penanganan masalah gizi harus dilakukan secara menyeluruh. Pemerintah tidak hanya berfokus pada penurunan angka stunting, tetapi juga wasting dan underweight yang saling berkaitan dengan tumbuh kembang anak.

“Semua itu harus diselesaikan karena berkaitan dengan masalah gizi secara bertahap,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).

Menurut Neni, tingginya prevalensi stunting di sejumlah kawasan pesisir tidak hanya dipengaruhi asupan gizi, tetapi juga masih terbatasnya akses sanitasi yang layak.

Karena itu, Pemkot Bontang terus memperluas layanan air bersih dan sanitasi, termasuk jaringan PDAM di wilayah pesisir.

“Yang masih perlu diperbaiki itu sanitasi, seperti akses jamban dan air bersih. Makanya sekarang jaringan PDAM sudah masuk ke kawasan pesisir, tinggal beberapa wilayah lagi yang belum terlayani,” katanya.

Berdasarkan hasil Operasi Timbang, terdapat enam kelurahan yang menjadi prioritas intervensi karena secara konsisten mencatat angka tinggi pada indikator stunting, wasting, maupun underweight, yakni Bontang Lestari, Loktuan, Tanjung Laut Indah, Tanjung Laut, Berbas Tengah, dan Bontang Baru.

Pemerintah Kota Bontang menargetkan berbagai program intervensi, mulai dari pemenuhan gizi, peningkatan layanan kesehatan, hingga penyediaan air bersih dan sanitasi, mampu mempercepat penurunan angka stunting.

“Kami menargetkan tahun depan angka stunting Kota Bontang sudah berada di satu digit,” pungkas Neni. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |