BONTANGPOST.ID, Bontang – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang memanfaatkan momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk mengedukasi pelajar mengenai pencegahan kebakaran dan bahaya penyalahgunaan narkoba.
Kegiatan yang berkolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bontang itu berlangsung pada 14–17 Juli 2026. Selama empat hari, tim menyambangi sejumlah sekolah, yakni SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, SMA Negeri 3, SMK Negeri 1, SMK Negeri 4, SMA Yabis, SMP Negeri 1, dan SMP Negeri 3 Bontang.
Materi bahaya narkoba disampaikan Tim Satgas P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) Disdamkartan Kota Bontang. Sementara materi pencegahan kebakaran diberikan personel Bidang Pencegahan Disdamkartan.
Kepala Disdamkartan Kota Bontang Amiluddin melalui Inspektur Kebakaran Bidang Pencegahan, Sunarto, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran pelajar sejak dini terhadap potensi bahaya kebakaran maupun penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, MPLS menjadi waktu yang tepat karena pesertanya merupakan siswa baru yang sedang beradaptasi dengan lingkungan sekolah.
“Momentum MPLS menjadi waktu yang tepat karena pesertanya adalah siswa baru yang mulai beradaptasi dengan lingkungan sekolah,” ujarnya.
Selain penyampaian materi, para siswa juga mengikuti simulasi penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta teknik penanganan awal kebakaran. Melalui praktik tersebut, pelajar diharapkan mampu bertindak cepat dan tepat saat menghadapi kondisi darurat.
Athaya Andriyani, siswi kelas X SMA Negeri 1 Bontang, mengaku pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus menambah rasa percaya diri jika suatu saat menghadapi kebakaran.
“Ini pertama kali saya ikut pelatihan seperti ini. Jadi lebih paham cara menangani kebakaran tanpa panik. Kalau bisa kegiatannya tidak hanya sekali, tapi diadakan lagi supaya kami semakin memahami,” katanya.
Hal senada disampaikan Muhammad Ibnu Rizal, siswa kelas X SMA Negeri 1 Bontang. Ia menilai perpaduan materi pencegahan kebakaran dan bahaya narkoba sangat relevan karena kedua persoalan tersebut perlu dipahami oleh kalangan remaja.
“Menurut saya dua materi ini sama-sama penting. Selain tahu cara menghadapi kebakaran, kami juga diingatkan agar menjauhi narkoba karena sekarang banyak anak muda yang menjadi korbannya. Edukasi seperti ini perlu terus dilakukan,” pungkasnya. (*)















































