BONTANGPOST.ID – Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik keras terhadap pihak-pihak yang ia nilai masih memiliki sikap seperti londo ireng. Prabowo menilai, sosok-sosok dengan karakter tersebut masih ada hingga saat ini, meski hadir dalam bentuk yang berbeda.
Istilah Londo Ireng pada zaman penjajahan Belanda disematkan untuk menyebut pribumi yang dianggap berpihak kepada kolonial dan mengkhianati bangsanya sendiri.
“Londo-londo ireng ini sampai sekarang masih ada. Hanya dia sekarang pakai baju lain, kan? Wartawan, jurnalis, apa itu, pengamat, LSM. LSM harus kita tanya, yang gaji lo siapa? Yang bayar listrikmu siapa? Yang bayar handphonemu siapa?” kata Prabowo saat menyampaikan sambutan dalam Harlah ke-28 PKB, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis malam (23/7).
Menurut Prabowo, sejak masa penjajahan sudah ada sebagian orang Indonesia yang tidak memiliki semangat patriotisme dan justru memilih mengabdi kepada kepentingan bangsa lain.
Fenomena itu, kata dia, masih dapat ditemui hingga sekarang. Selain itu, Prabowo juga menyinggung pemberitaan sejumlah media yang dinilainya hanya menyoroti sekolah-sekolah yang belum direnovasi.
Namun tidak mengangkat capaian pemerintah dalam memperbaiki puluhan ribu fasilitas pendidikan. Ia menyebut pemerintah telah merenovasi lebih dari 67 ribu gedung sekolah di berbagai daerah.
Bahkan, pada tahun depan ia telah menginstruksikan agar jumlah sekolah yang diperbaiki ditingkatkan hingga mencapai 100 ribu unit.
“Yang sekian belas tahun tidak disentuh. Saudara-saudara, ada juga media-media yang… ya kan? Walaupun kita sudah perbaiki 67 ribu sekolah, dia cari sekolah yang belum diperbaiki, dia foto besar, taruh di halaman pertama, aduh,” ujarnya.
Meski mengkritik, Prabowo tidak menyebut media yang dimaksud. Ia hanya mengatakan masyarakat dinilai sudah mengetahui pihak-pihak yang dimaksud, sembari menegaskan pemerintah tetap menghormati kritik dalam sistem demokrasi.
“Dia kira kita nggak ngerti, saya nggak sebutlah media mana itu. Kalau saya sebut, ya.. pada saatnya akan saya sebut. Kalian sudah tahulah. Kita negara demokrasi. Kita tidak anti-kritik. Tapi kita bukan anak kecil,” tegasnya.
Kepala Negara juga menanggapi berbagai prediksi yang menyebut Indonesia akan mengalami keruntuhan atau kolaps.
Menurutnya, narasi tersebut terus bergulir setiap bulan, namun hingga kini tidak pernah terbukti.
“Jadi Saudara-saudara, kita paham ada kampanye besar untuk kita goyah. Indonesia akan kolaps, bulan April akan kolaps eh, April lewat enggak kolaps, bulan Mei akan kolaps. Bulan Mei lewat enggak kolaps. Bulan Juni akan kolaps. Bulan Juli akan kolaps, tiap bulan akan kolaps,” pungkasnya. (jawaposgrup)















































