BONTANGPOST.ID, Bontang – Proyek pembangunan jaringan gas (jargas) di Kota Bontang kembali menjadi sorotan DPRD. Banyaknya lubang galian yang belum ditutup dinilai membahayakan keselamatan masyarakat karena berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Bontang Muhammad Sahib mendesak kontraktor segera menyelesaikan penutupan seluruh lubang galian yang masih tersebar di berbagai wilayah. Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh terus dibiarkan karena membahayakan pengguna jalan.
Politikus Partai NasDem itu mengatakan, pihaknya menerima banyak laporan dari masyarakat mengenai lubang galian yang masih terbuka tanpa pengamanan memadai. Bahkan, beberapa pengendara dilaporkan terperosok akibat bekas galian proyek jaringan gas tersebut.
Sahib menegaskan, alasan kontraktor yang mengaku kekurangan tenaga kerja tidak dapat dijadikan pembenaran atas lambatnya penyelesaian pekerjaan.
“Kalau memang tenaga kerjanya tidak siap, jangan mengambil pekerjaan itu sejak awal. Jangan menjadikan alasan teknis sebagai pembenaran, sementara pekerjaan sudah berjalan cukup lama,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).
Ia menekankan, setiap proyek konstruksi memiliki tanggung jawab untuk menjamin keselamatan masyarakat selama pekerjaan berlangsung. Karena itu, seluruh titik galian seharusnya dilengkapi rambu peringatan dan pembatas agar pengguna jalan mengetahui adanya aktivitas proyek.
Namun, berdasarkan temuan di lapangan, masih terdapat sejumlah lokasi yang belum dipasang pengaman maupun tanda peringatan. Kondisi tersebut dinilai meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara yang melintas pada malam hari.
“Setiap lubang mestinya diberi tanda pengaman. Jangan sampai masyarakat baru mengetahui ada galian ketika sudah terlalu dekat. Risiko kecelakaannya sangat besar,” tegasnya.
Sahib juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintasi ruas jalan yang masih menjadi lokasi pengerjaan jaringan gas. Pasalnya, sebagian besar jalan tersebut merupakan jalur yang setiap hari dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Sebagai tindak lanjut, Komisi C DPRD Bontang akan memanggil pihak kontraktor untuk meminta penjelasan terkait lambatnya penyelesaian proyek serta berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat.
Ia menegaskan, apabila kontraktor tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak, sebaiknya menyerahkan proyek tersebut kepada pihak lain yang dinilai lebih siap.
“Kalau memang tidak sanggup menyelesaikan pekerjaan dengan baik, lebih baik mundur saja. Saya yakin masih banyak kontraktor lain yang mampu mengerjakan proyek ini secara profesional,” katanya.
Sahib berharap kontraktor segera mempercepat penutupan seluruh lubang galian dan memastikan aspek keselamatan menjadi prioritas selama proyek berlangsung.
“Jangan sampai pembangunan infrastruktur justru mengorbankan keselamatan masyarakat,” pungkasnya. (ak)















































