Investasi Desalinasi Rp8 Triliun di Bontang Masih Tunggu Kajian

4 hours ago 7

BONTANGPOST.ID, Bontang  Rencana pembangunan fasilitas desalinasi air laut di Bontang dengan nilai investasi sekitar Rp8 triliun masih dalam tahap pembahasan awal. Pemkot Bontang masih menunggu kajian dan dokumen resmi dari investor sebelum menentukan langkah kerja sama.

Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mengatakan, investor telah menyampaikan rencana pembangunan fasilitas desalinasi yang disebut akan berada di wilayah Bontang Lestari. Namun, pemerintah belum dapat melangkah ke tahap nota kesepahaman (MoU) sebelum menerima dokumen kajian secara lengkap.

“Saya bilang, kita ini belum bisa MoU kalau bapak-bapak tidak memberikan dokumen kepada kami. Kajiannya dulu,” ujar Agus saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (23/9/2026).

Menurut Agus, kajian tersebut diperlukan untuk mengetahui secara rinci rencana pembangunan, kelayakan proyek, serta skema kerja sama yang ditawarkan kepada pemerintah daerah.

Terlebih, nilai investasi yang disampaikan investor mencapai sekitar Rp8 triliun. Besarnya nilai tersebut membuat Pemkot Bontang perlu mempertimbangkan skema pembiayaan dan manfaat yang nantinya diperoleh daerah.

Meski demikian, pemerintah tetap membuka pembahasan mengenai desalinasi sebagai salah satu alternatif sumber air bagi Bontang. Agus mengatakan pihaknya tidak ingin terburu-buru menyepakati kerja sama sebelum seluruh informasi mengenai proyek diterima.

“Selanjutnya saya minta Pak Sekda dilaporkan secara resmi kepada Ibu Wali Kota,” katanya.

Agus menegaskan Pemkot Bontang tetap terbuka menerima pihak investor untuk membahas rencana tersebut. Namun, keputusan mengenai kerja sama baru dapat dipertimbangkan setelah kajian disampaikan.

“Prinsipnya kami setuju untuk desalinasi karena mereka yang bangun. Tapi kalau ada kajian, kita dikasih,” pungkasnya.

Rencana desalinasi ini mencuat seiring kebutuhan Pemkot Bontang menyiapkan sumber air alternatif di tengah kemarau panjang. Desalinasi air laut menjadi salah satu opsi untuk mengurangi ketergantungan terhadap sumber air bawah tanah atau deep well.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni sebelumnya mengatakan, tawaran pembangunan fasilitas desalinasi telah disampaikan seorang investor asal China.

“Jangka panjangnya ada investor menawarkan untuk desalinasi,” ungkap Neni.

Namun, tawaran tersebut masih perlu dikaji secara menyeluruh sebelum pemerintah menentukan langkah selanjutnya. Pemkot Bontang perlu mempelajari aspek teknis, pembiayaan, manfaat bagi daerah, hingga skema kerja sama yang ditawarkan.

Untuk saat ini, rencana investasi desalinasi senilai sekitar Rp8 triliun tersebut belum masuk tahap kerja sama. Pemerintah masih menunggu kajian dari investor sebagai dasar untuk menentukan tindak lanjut proyek. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |