BONTANGPOST.ID, Bontang – Andi Amri menyebut kondisi KONI Bontang saat ini sedang tidak baik-baik saja. Pernyataan itu disampaikannya setelah hanya dirinya yang maju sebagai calon Ketua KONI Bontang periode 2026-2030.
Hal tersebut disampaikan Andi Amri dalam Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (Musorkotlub) KONI Bontang yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Sabtu (19/9/2026).
Dia yang juga merupakan Ketua Panitia Musorkotlub mengatakan, tidak adanya calon lain bukan berarti para tokoh olahraga di Bontang tidak memiliki kemampuan untuk memimpin organisasi.
Menurutnya, situasi yang terjadi saat ini membuat proses regenerasi kepemimpinan KONI berjalan tanpa banyak pilihan calon.
“Bukan berarti para tokoh-tokoh pencinta olahraga Kota Bontang tidak mampu. Namun karena situasi dan kondisi KONI Kota Bontang saat ini lagi tidak baik-baik saja, tidak ada yang berani untuk maju sebagai calon ketua,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah proses hukum yang sedang berjalan terkait dugaan penyalahgunaan dana hibah KONI Bontang. Unit Tipikor Polres Bontang sebelumnya telah menaikkan perkara tersebut ke tahap penyidikan.
Dana hibah yang diperiksa merupakan anggaran periode 2023-2024 dengan nilai sekitar Rp2 miliar. Penyidik telah memeriksa sekitar 30 saksi dan masih menunggu hasil penghitungan kerugian negara sebelum menentukan tersangka.
Dalam Musorkotlub tersebut, Plt Ketua KONI Bontang Fahri Jacub menyebut pergantian kepemimpinan menjadi momentum untuk melanjutkan pembinaan olahraga. Ia meminta pengurus dan seluruh cabang olahraga menjaga kekompakan dalam menghadapi agenda olahraga berikutnya.
“Tugas besar ini berada di pundak kepengurusan yang baru. Tetaplah kompak, jauhkan ego sektoral, persatukan tekad kita untuk meraih prestasi,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum II KONI Kaltim Andri Dauri Husain turut menyinggung proses hukum yang tengah berlangsung. Ia meminta persoalan tersebut diserahkan kepada mekanisme yang berlaku tanpa menghakimi pihak tertentu.
Menurutnya, persoalan yang muncul dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki tata kelola organisasi ke depan, termasuk dengan memperkuat komunikasi dan konsultasi bersama lembaga terkait.
“Tanpa kita harus mengadili secara pribadi ataupun kelembagaan. Karena sudah ada yang mengadili,” ujarnya.
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris juga berharap persoalan yang terjadi menjadi pembelajaran bagi kepengurusan baru. Ia meminta KONI tetap fokus menjalankan pembinaan dan mengejar prestasi olahraga daerah.
“Semoga KONI ke depan dengan adanya permasalahan ini jadi pelajaran untuk memperbaiki di kepengurusan selanjutnya,” terangnya. (*)















































