Kompor Jargas Gratis, Warga Api-Api Malah Dapat Informasi Biaya Antar Rp50 Ribu

10 hours ago 6

BONTANGPOST.ID, Bontang – Warga Kelurahan Api-Api, Bontang Utara, mendapat informasi adanya biaya pengantaran kompor jaringan gas (jargas) sebesar Rp50 ribu bagi penerima yang belum mengambil kompor.

Informasi tersebut beredar melalui pesan WhatsApp yang kemudian diteruskan kepada sejumlah warga. Dalam pesan itu disebutkan kompor akan diantarkan ke rumah ketua RT untuk kemudian diambil oleh penerima dengan membayar biaya pengantaran.

Ketua RT 27 Kelurahan Api-Api, Mujiono, membenarkan dirinya menerima pesan tersebut dan meneruskannya ke grup warga.

Mujiono mengaku bingung dengan munculnya informasi tersebut. Sebab, sejak awal program jargas dan pembagian kompor disampaikan tidak dipungut biaya.

“Katanya gratis. Ini kok ada saja yang memanfaatkan momentum menarik biaya pengantaran,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Construction Manager PT Noorel Idea, Mulya Munir, memastikan penerima kompor jargas tidak dikenakan biaya apa pun.

Menurutnya, informasi mengenai biaya pengantaran Rp50 ribu tersebut tidak benar. Pihaknya bahkan telah menegur pembuat pesan yang menyampaikan informasi tersebut kepada sejumlah ketua RT.

“Informasi itu tidak benar. Saya sudah tegur pembuat pesan. Program jargas ini gratis tanpa pungutan biaya apa pun,” tegas Mulya.

Mulya menjelaskan, pembagian kompor dilakukan secara bertahap berdasarkan wilayah dan daftar calon pelanggan. Penerima yang telah masuk dalam daftar tetap mendapatkan kompor tanpa dikenakan biaya.

Sebelumnya, pembagian kompor bagi penerima jaringan gas (jargas) di Kota Bontang mulai bergulir. Penyaluran dilakukan secara bertahap, diawali di Kelurahan Berbas Pantai dan dilanjutkan ke Kelurahan Api-Api.

Pantauan di Kelurahan Api-Api pada Kamis (30/7/2026) siang, puluhan warga berdatangan untuk mengambil kompor. Mereka telah mengantongi nomor antrean setelah data yang dikirim melalui WhatsApp dinyatakan lengkap dan terverifikasi.

Salah seorang warga RT 32 Kelurahan Api-Api, Sugianto, mengatakan dirinya mendapat informasi mengenai pembagian kompor pada siang hari. Sebelum mengambil kompor, ia diminta melengkapi data melalui nomor layanan yang disediakan kontraktor.

“Setelah saya mengirim data sesuai informasi yang dibagikan tadi malam dan sudah terverifikasi, saya mendapat nomor antrean pembagian,” ujarnya. (*) 

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |