80 Tahun SPS: Mengakar dalam Integritas, Bertumbuh Lewat Inovasi

10 hours ago 11

BONTANGPOST.ID – Serikat Perusahaan Pers (SPS) genap berusia 80 tahun pada 8 Juni 2026. Momentum ini menjadi refleksi perjalanan panjang organisasi pers tertua di Indonesia sekaligus penguatan komitmen dalam menghadapi tantangan industri media yang terus berkembang.

Mengusung tema “Mengakar dalam Integritas, Bertumbuh Melalui Inovasi, Melangkah Bersama untuk Masa Depan Pers yang Lebih Kuat dan Sehat”, SPS menegaskan pentingnya menjaga profesionalisme dan kepercayaan publik di tengah perubahan ekosistem informasi yang semakin dinamis.

Ketua Umum SPS Januar P. Ruswita, mengatakan usia 80 tahun bukan sekadar penanda sejarah panjang organisasi, melainkan momentum memperkuat visi masa depan pers Indonesia.

“Kita harus terus mengakar kuat dalam integritas sebagai fondasi utama kepercayaan publik. Namun integritas saja tidak cukup. Kita juga harus bertumbuh melalui inovasi agar perusahaan pers tetap relevan di tengah perubahan yang begitu cepat,” ujarnya.

Menurutnya, SPS akan terus berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun industri pers yang sehat, kuat, dan berdaya saing.

Senada, Sekretaris Jenderal SPS, Asmono Wikan, menilai perusahaan pers saat ini dituntut semakin kreatif menghadapi disrupsi digital dan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat.

Ia menegaskan kualitas produk jurnalistik harus diimbangi dengan kemampuan menjaga relevansi dan keberlanjutan bisnis media.

“Dalam semangat 80 tahun usianya, SPS akan terus mengupayakan anggotanya menjadi perusahaan pers yang berkualitas, dibutuhkan audiensnya, tanpa mengesampingkan peran ideologisnya merawat demokrasi dan kemerdekaan pers,” katanya.

Puncak perayaan HUT ke-80 SPS dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 di Kalimantan Timur. Kegiatan akan digelar di Balikpapan, Samarinda, dan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Ketua SPS Kalimantan Timur, Ajid Kurniawan, menyatakan kesiapan daerahnya menjadi tuan rumah perayaan tersebut. Menurutnya, Kaltim yang kini menjadi pusat transformasi nasional melalui pembangunan IKN sangat relevan dengan semangat perubahan yang diusung SPS.

“Dari Kaltim kami menyerukan kepada insan pers untuk bangkit bersama dan terus berinovasi. Dengan kebersamaan yang mengakar dalam integritas dan tumbuh melalui inovasi, pers Indonesia akan melangkah memasuki 80 tahun berikutnya dengan penuh keyakinan,” ujarnya.

SPS berdiri pada 8 Juni 1946 di Yogyakarta dengan nama Serikat Penerbit Suratkabar. Organisasi ini didirikan sejumlah tokoh pers nasional, di antaranya H.M. Sumanang, B.M. Diah, dan Sudarjo Tjokrosisworo.

Pada Kongres SPS di Bali tahun 2011, organisasi ini bertransformasi menjadi Serikat Perusahaan Pers untuk menyesuaikan perkembangan industri media yang tidak lagi hanya bertumpu pada media cetak.

Saat ini SPS memiliki 30 cabang provinsi dengan 614 anggota perusahaan pers dari berbagai platform media di seluruh Indonesia. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |