BONTANGPOST.ID, Bontang – Suasana malam takbiran Iduladha 1447 Hijriah di Kampung Adat Bontang Kuala berlangsung meriah, Selasa (26/5/2026) malam.
Ratusan warga dari berbagai kalangan turun menyusuri gang-gang perkampungan pesisir sambil melantunkan takbir dan bersilaturahmi dari rumah ke rumah.
Tradisi tahunan tersebut diikuti 17 regu yang tersebar di 12 RT di kawasan Bontang Kuala. Setiap kelompok terdiri dari orang dewasa hingga anak-anak yang bersama-sama mengumandangkan takbir saat mengunjungi rumah warga.
Tak sekadar takbiran keliling, warga yang disinggahi juga menyiapkan beragam hidangan untuk dinikmati bersama. Bahkan beberapa rumah turut membagikan bingkisan hingga uang saku kepada anak-anak yang mengikuti rombongan.
Ketua Lembaga Adat Bontang Kuala, Jafar, mengatakan tradisi tersebut telah berlangsung turun-temurun sejak era 1950-an dan masih terus dipertahankan hingga kini.
“Ini menjadi bagian dari rasa syukur masyarakat dalam menyambut Hari Raya Iduladha,” ujarnya.
Menurutnya, semangat berbagi menjadi nilai utama dalam tradisi tersebut. Warga yang memiliki rezeki lebih biasanya menyiapkan makanan maupun hadiah untuk dibagikan kepada peserta takbiran dan tamu yang datang.
“Artinya kurban kami rayakan dengan cara berbagi kepada sesama sebagai bentuk syukur atas rezeki yang diterima selama setahun,” katanya.
Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris yang menyempatkan diri mengunjungi salah satu rumah warga.
Agus Haris mengapresiasi tradisi yang masih terjaga di Kampung Adat Bontang Kuala. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memperkuat nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Tradisi seperti ini sudah jarang ditemukan di daerah lain,” tuturnya.
Ia menilai semangat berbagi yang ditunjukkan warga sejalan dengan program Pemerintah Kota Bontang, yakni Tengok Tetangga, yang mendorong masyarakat untuk saling peduli dan berbagi kebahagiaan.
Agus berharap tradisi tersebut dapat dikemas lebih meriah pada tahun mendatang dengan menghadirkan berbagai kegiatan adat lainnya agar menjadi daya tarik wisata budaya di Kota Bontang.
“Tahun depan saya minta bisa dibuat lebih meriah lagi. Kalau memungkinkan ditambah kegiatan adat lainnya agar semakin menarik dan bisa menjadi daya tarik wisatawan,” pungkasnya. (*)

















































