BONTANGPOST.ID, Bontang – Penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Selatan 05 kembali berjalan, Selasa (22/9/2026). Operasional dilakukan secara bertahap dengan menyasar 1.127 penerima manfaat.
Koordinator SPPG Bontang Selatan Aldilla Huud mengatakan, persiapan operasional telah dimulai sejak Senin (21/9) malam. Tim kemudian melanjutkan proses produksi hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat pada Selasa pagi.
“Sudah mulai. Dari kemarin tim persiapan sudah masuk jam 9 malam, dilanjut produksi dan lainnya. Hari ini sudah distribusi dan alhamdulillah tidak ada kendala untuk operasional hari pertama setelah pergantian kepala SPPG,” kata Aldilla.
Menurutnya, jumlah penerima pada hari pertama belum mencapai kapasitas penyaluran penuh. Penambahan sasaran akan dilakukan secara bertahap setelah kepala SPPG yang baru mengevaluasi kesiapan operasional dapur.
“Karena baru beroperasi kembali, jadi masih bertahap. Hari ini 1.127,” ujarnya.
Pada tahap awal, penyaluran menyasar sejumlah satuan pendidikan dan layanan kesehatan masyarakat. Di antaranya KB/TK ABA 8, SDN 011, SD Aisyah, SD Advent, SMP Advent serta posyandu.
Kembalinya operasional SPPG Bontang Selatan 05 juga dibarengi pergantian kepala SPPG. Posisi tersebut kini dijabat Charles Mikelos, menggantikan Gusti Bimantoro.
Aldilla mengatakan, perluasan sasaran penerima selanjutnya akan disesuaikan dengan keputusan dan kesiapan kepala SPPG yang baru.
“Bertahap, kami kembalikan ke kepala SPPG yang baru,” tuturnya.
Sebelum kembali menyalurkan MBG, pembenahan internal dilakukan terhadap sejumlah aspek operasional dapur. Evaluasi mencakup alur kerja, sarana dan prasarana hingga sistem pengolahan dan distribusi makanan.
“Perbaikan alur kerja, penambahan sarana dan prasarana, perbaikan sistemnya, serta evaluasi kembali atas kejadian kemarin. SOP untuk relawan juga dipertegas,” ungkap Aldilla.
SPPG Bontang Selatan 05 sebelumnya menjadi perhatian setelah kasus keracunan makanan menimpa pelajar SD hingga SMA YPVDP pada 10 Agustus lalu. Sebanyak 36 siswa sempat mendapat penanganan medis setelah mengalami keluhan kesehatan.
Penyaluran MBG dari dapur tersebut kemudian dihentikan sementara untuk dilakukan evaluasi. Setelah pembenahan dilakukan, operasional kembali dibuka secara bertahap dengan jumlah penerima yang masih dibatasi.
Pihak SPPG selanjutnya akan mengevaluasi pelaksanaan distribusi sebelum menambah jumlah penerima manfaat. (ak)













































