BONTANGPOST.ID, Samarinda – Maskapai nasional Garuda Indonesia resmi membuka rute penerbangan langsung Jakarta–Samarinda pulang pergi (PP) mulai 1 Agustus 2025. Penerbangan ini akan buka setiap hari menggunakan armada Boeing 737-800 NG berkapasitas 162 penumpang, sebagai bagian dari komitmen Garuda dalam memperkuat konektivitas udara antarwilayah.
Direktur Niaga Garuda Indonesia Reza Aulia Hakim, mengatakan bahwa pembukaan rute ini merupakan langkah strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur.
“Dibukanya rute penerbangan dari dan menuju Samarinda menjadi langkah nyata perusahaan dalam memperluas jaringan konektivitas udara. Garuda Indonesia ingin berperan aktif sebagai penggerak roda ekonomi di kawasan timur Kalimantan, baik melalui sektor pariwisata maupun bisnis,” ujar Reza.
Penerbangan dari Jakarta menuju Samarinda akan diberangkatkan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta melalui penerbangan GA-580 pukul 08.05 WIB, dan dijadwalkan tiba di Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto, Samarinda pukul 11.20 WITA. Sementara itu, penerbangan kembali ke Jakarta akan dilayani oleh GA-581, berangkat dari Samarinda pukul 12.05 WITA, dan tiba di Jakarta pada 13.15 WIB.
Dalam rangka pembukaan rute baru ini, Garuda Indonesia juga menghadirkan promo tiket spesial. Untuk perjalanan periode 1–7 Agustus 2025, tiket Jakarta–Samarinda ditawarkan mulai dari Rp1 jutaan, sementara tiket Samarinda–Jakarta dibanderol mulai dari Rp800 ribuan.
Tiket dapat dibeli melalui berbagai kanal, termasuk situs resmi garuda-indonesia.com, agen perjalanan daring, serta seluruh Kantor Penjualan Garuda Indonesia di berbagai kota.
Reza menambahkan, kehadiran rute langsung Jakarta–Samarinda ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat Kalimantan Timur terhadap akses transportasi udara yang aman, andal, dan nyaman.
“Kami berharap rute ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan transportasi yang berkualitas, sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di wilayah timur Indonesia,” pungkasnya. (*)