Karhutla Mengintai Bontang, Agus Haris Ingatkan Warga Jangan Bakar Sampah

16 hours ago 12

BONTANGPOST.ID, Bontang – Kemarau panjang mulai meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Bontang. Pemkot Bontang bersama TNI-Polri dan sejumlah unsur terkait menyiapkan posko terpadu sekaligus mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran.

Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris menegaskan, masyarakat perlu menghentikan kebiasaan membakar sampah maupun membuang puntung rokok sembarangan. Kelalaian yang memicu kebakaran tetap dapat diproses aparat sesuai ketentuan hukum.

Pernyataan tersebut disampaikan Agus setelah Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Karhutla 2026 yang melibatkan TNI, Polri, BPBD, Damkar, Satpol PP, Dishub, hingga unsur pemerintah daerah, Rabu (26/8/2026) di Lapangan Makodim 0908/BTG.

Apel tersebut menjadi langkah awal penguatan sistem penanganan terpadu menghadapi musim kemarau. Agus mengatakan, gagasan pembentukan posko gabungan muncul dari hasil koordinasi bersama Kapolres Bontang dan jajaran TNI.

Saat ini, lokasi posko masih dibahas agar seluruh unsur yang terlibat dapat menjangkau lokasi dengan cepat ketika terjadi kebakaran.

“Kami akan laksanakan apel gabungan dan menyiapkan posko terpadu. Titiknya sedang kami diskusikan supaya seluruh personel bisa saling menjangkau dengan cepat,” kata AH.

Agus juga meminta perangkat daerah hingga tingkat kelurahan dan ketua RT aktif memantau kondisi lingkungan. Menurutnya, kebakaran kerap dipicu aktivitas membakar sampah kering yang ditinggalkan sebelum api benar-benar padam.

“Sekarang sudah beberapa bulan tidak hujan. Kondisi vegetasi sangat kering, sehingga api kecil bisa cepat meluas,” ucapnya.

Tak hanya pembakaran sampah, Agus mengingatkan warga agar tidak menyepelekan puntung rokok. Benda kecil tersebut dapat menjadi sumber api ketika dibuang di area rerumputan atau semak yang kering.

“Kalau membuang puntung rokok lalu terjadi kebakaran, tentu akan ada penanganan dari aparat. Harapannya ini menjadi efek jera agar semua lebih berhati-hati,” tuturnya.

Berdasarkan amanat Wali Kota Bontang yang dibacakan dalam apel, sepanjang 2026 telah terjadi 26 kejadian karhutla dengan luasan sekitar 25 hektare. Angka tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya yang mencatat delapan kejadian dengan luas di bawah 10 hektare.

Kondisi cuaca turut meningkatkan risiko kebakaran. Suhu udara yang mencapai 33–34 derajat Celsius membuat vegetasi lebih mudah kering dan api berpotensi cepat menyebar.

Pemkot Bontang juga menegaskan penegakan hukum akan dilakukan terhadap pihak yang terbukti sengaja membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar.

Sementara untuk kebakaran yang terjadi akibat kelalaian, Agus menyerahkan penanganannya kepada kepolisian dengan mempertimbangkan bobot pelanggaran yang dilakukan.

Ia berharap kewaspadaan masyarakat dapat ditingkatkan selama musim kemarau sehingga kejadian karhutla dapat ditekan. (ak)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |