Sempat Minta Tolong, Bocah 4 Tahun Tewas Terjebak Kebakaran di Karang Rejo Balikpapan

19 hours ago 11

BONTANGPOST.ID, Balikpapan – Kebakaran melanda sebuah rumah di kawasan RT 45, Kelurahan Karang Rejo, Balikpapan Tengah, Rabu (26/8) sore. Seorang bocah berusia 4 tahun bernama Devan meninggal dunia setelah terjebak di dalam rumah yang terbakar.

Lurah Karang Rejo Budi mengatakan, informasi awal mengenai kebakaran diterima pihak kelurahan dari ketua RT. Saat kejadian, korban berada di dalam rumah bersama kakaknya.

“Korban satu orang atas nama Devan, umurnya 4 tahun,” kata Budi.

Budi menyebut sekitar lima orang terdampak dalam peristiwa tersebut. Tiga di antaranya mengalami luka bakar dan mendapat penanganan medis, termasuk dibawa ke Rumah Sakit Ibnu Sina.

Sempat Terlihat Minta Tolong

Saksi sekaligus tetangga korban, Rahmat, mengaku mengetahui kebakaran setelah mendengar kakak korban berteriak meminta pertolongan. Saat keluar rumah, ia melihat api sudah membesar.

“Kakaknya itu teriak tolong-tolong. Begitu saya keluar, api sudah besar,” ujar Rahmat.

Rahmat bersama seorang warga lainnya sempat berupaya naik ke rumah untuk menyelamatkan korban. Namun, kobaran api yang semakin besar membuat upaya tersebut sulit dilakukan.

Rahmat mengaku sempat melihat korban mengangkat tangan seperti meminta pertolongan. Namun, ia tidak dapat mendekat karena panas dan kobaran api.

“Sempat angkat tangan, minta tolong. Cuma tidak bisa, api sudah besar betul,” katanya.

Menurut Rahmat, korban berada di bagian loteng rumah bersama kakaknya. Kakak korban berhasil menyelamatkan diri melalui jendela.

Rahmat memperkirakan kebakaran terjadi sekitar pukul 16.00 Wita. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.15 Wita.

10 Unit Damkar Dikerahkan

Salah satu personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Balikpapan Utara, Djuned, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 16.44 Wita. Berdasarkan informasi yang diterima, kebakaran diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 16.30 Wita.

“Pertama kali ditelpon 16.44, berarti kejadian sekitar 16.30,” ujarnya.

Sekitar 10 unit pemadam kebakaran dikerahkan dari sejumlah wilayah. Namun, tidak seluruh unit dapat masuk ke lokasi karena akses menuju titik kebakaran cukup terbatas.

Hanya sekitar lima unit yang dapat masuk dan melakukan pemadaman. Api kemudian berhasil dipadamkan sekitar 30 menit setelah proses pemadaman dilakukan.

Proses evakuasi jenazah juga sempat terkendala karena petugas harus menunggu kantong jenazah. Karena cukup lama, petugas Damkar bersama kepolisian akhirnya mengevakuasi korban menggunakan perlengkapan yang tersedia.

“Kelamaan nunggu kantong mayat, jadi kita angkat saja. Kita tutupi mungkin pakai selimut, pakai yang basah air,” jelasnya.

Warga Diminta Tak Masuk Ring Satu

Djuned juga menyoroti banyaknya warga yang masuk hingga ke area lokasi kejadian atau ring satu. Menurutnya, kondisi tersebut menghambat proses pemadaman maupun evakuasi.

Selain mengganggu pekerjaan petugas, warga yang berada di area tersebut juga menghadapi risiko keselamatan. Sebab, rumah yang terbakar memiliki bagian loteng yang dikhawatirkan roboh.

“Banyak warga yang masuk ke TKP, masuk ke ring satu tanpa alat safety. Itu yang ditakutkan, rumah itu ada loteng, mana tahu roboh, sedangkan di bawah banyak warga berkerumun,” katanya. (KP)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |