Waduk Kanaan Bakal Disulap Lebih Modern, Ada Food Court hingga Tempat Ibadah

1 week ago 12

BONTANGPOST.ID, Bontang – Pemkot Bontang berencana melakukan revitalisasi Waduk Kanaan. Agenda ini pun telah mendapatkan persetujuan dari DPRD Bontang terkait skema pembiayaan tahun jamak atau multiyears.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan proyek penanganan banjir ini mulai dikerjakan tahun depan.

“Sudah disepakati bersama terkait pengembangan Waduk Kanaan,” kata Neni.

Nantinya pembiayaan ini dikucur dalam tiga tahun. Mulai 2026 hingga 2028. Pada 2026 anggaran pembangunan yang disiapkan mencapai Rp48,8 miliar. Setahun berikutnya yakni Rp129 miliar. Terakhir di 2028 sejumlah Rp88 miliar.

Selain pembangunan, Pemkot juga mengalokasikan biaya pengawasan teknis. Rinciannya untuk 2026 sejumlah 960 juta, Rp2,5 miliar di 2027, dan Rp1,7 miliar di 2028. Jika di total biaya tersebut mencapai Rp5 miliar.

Adapun biaya pengelolaan pengembangan senilai Rp1 miliar lebih. Rinciannya Rp195 juta di 2026, Rp532 juta di 2027, dan Rp369 juta di tahun terakhir.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Much Cholis Edy Prabowo mengatakan proyek revitalisasi Waduk Kanaan ini sesuai dengan kajian masterplan penanggulangan banjir Bontang yang disusun pada 2022.

Mengingat kondisi kapasitas Sungai Bontang dalam menampung debit air sudah tidak memenuhi. Berikutnya kondisi sedimentasi di daerah hulu yang masuk DAS Bontang ke pengaruhi kapasitas sungai. Kondisi daerah tengah hingga hilir DAS Bontang tiap tahun terjadi banjir. Serta perubahan iklim mengakibatkan intensitas hujan semakin tinggi.

“Total kebutuhan anggaran revitalisasi ini mencapai Rp274,2 miliar,” ucapnya. Khusus infrastruktur waduk terdapat dua pengerjaan yakni perkuatan dinding dan normalisasi. Khusus perkuatan dinding akan menyasar di dua tahun awal dengan volume 12.557 meter persegi.

Sementara untuk normalisasi akan dikerjakan di 2027 dan 2028. Tambahan volume tampung diperkirakan mencapai 213.004 meter kubik. “Tampungan saat ini hanya 200.010 meter kubik. Jika ada normalisasi maka total bisa mencapai 413.014 meter kubik,” tutur dia.

Nantinya optimalisasi infrastruktur ini diharapkan bisa menjadi tempat menampung air sementara kiriman dari daerah hulu. Setelah itu, air akan dibuang secara perlahan ke hilir. “Selain pengendali banjir, infrastruktur ini juga sebagai sarana obyek wisata,” terangnya.

Berdasarkan desain yang telah dibuat, ada beberapa fasilitas yang dibangun di Waduk Kanaan. Mulai dari pos jaga, kantor pengelola, masjid, area food court, spot taman, dermaga tipe 1 dan 2, tempat sampah, area photobooth, hingga taman untuk acara pernikahan.

“Terdapat empat fasilitas toilet umum dan 10 kantong parkir rencananya di lokasi itu,” pungkasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |