BONTANGPOST.ID, Bontang – Distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Utara 4 Dapur Bontang Baru dibatalkan, Selasa (12/8/2026). Keputusan itu diambil setelah menu sempol berbahan ikan bulan-bulan menimbulkan sensasi gatal pada lidah saat menjalani uji organoleptik sebelum didistribusikan.
Kepala SPPG Bontang Utara 4, Ahmad Nur Faizi, mengatakan temuan tersebut muncul ketika dirinya bersama tim ahli gizi mencicipi makanan dalam pemeriksaan terakhir sebelum distribusi. Uji organoleptik dilakukan dengan menilai aroma, tekstur, dan rasa makanan.
“Kita stop semua distribusinya untuk hari ini saja karena temuan itu, baik ke sekolah dan posyandu,” ujar Ahmad saat ditemui di dapurnya di Perumahan Halal Square, Selasa (12/8/2026).
Penghentian distribusi tersebut berdampak pada 2.651 penerima manfaat. Mereka berasal dari sejumlah sekolah dan posyandu di wilayah pelayanan SPPG Bontang Utara 4.
Di antaranya PAUD SPS Anyelir 5, Yayasan Hidayatullah mulai tingkat PAUD hingga SMA, SMP Monamas, TK Hidayah, TK Cendrawasih serta sejumlah posyandu.
Menu MBG yang disiapkan hari itu terdiri dari nasi, sempol ikan bulan-bulan, tempe dan mixed vegetable berisi wortel, jagung serta kacang hijau.
Ahmad memastikan menu selain sempol ikan masih dalam kondisi aman. Namun, seluruh distribusi tetap dihentikan sebagai langkah antisipasi.
Makanan yang telah selesai diproduksi dan dinyatakan aman kemudian diberikan kepada relawan, dengan tidak menyertakan sempol ikan.
Pihak SPPG juga telah melaporkan temuan tersebut kepada Dinas Kesehatan Kota Bontang dan menyerahkan sampel sempol ikan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Ahmad mengatakan belum mengetahui penyebab munculnya sensasi gatal pada lidah. Padahal, pemeriksaan bahan baku telah dilakukan sejak awal proses produksi.
Menurutnya, uji organoleptik memang menjadi bagian dari SOP yang dilakukan setiap hari sebelum makanan keluar dari dapur.
“Bukan hari ini saja tes ini kami lakukan, setiap hari sebelum ramai terkait kasus dapur di wilayah lain,” jelasnya.
Ia menegaskan, penghentian distribusi dilakukan untuk mencegah risiko terhadap penerima manfaat sembari menunggu hasil pemeriksaan sampel.
Akibat pembatalan tersebut, SPPG Bontang Utara 4 memperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp30 juta. Namun, Ahmad menilai langkah tersebut merupakan keputusan yang harus diambil demi memastikan keamanan makanan.
“Kami juga menunggu pemeriksaan lebih lanjut terhadap sampel sempol ikan untuk mengetahui penyebab munculnya sensasi gatal pada lidah saat uji organoleptik,” pungkasnya. (*)


















































