BONTANGPOST.ID, Bontang – Keterbatasan ruang kelas membuat SD 002 Bontang Selatan masih menerapkan sistem pembelajaran dua sif. Kondisi tersebut tak hanya berdampak pada pengaturan jam belajar, tetapi juga membatasi sejumlah kegiatan siswa di sekolah.
Waka Kesiswaan SD 002 Bontang Selatan, Djumariah, mengatakan saat ini sekolah memiliki 10 ruang kelas dengan 19 rombongan belajar (rombel). Kondisi itu membuat pembelajaran harus dibagi menjadi dua sif agar seluruh siswa tetap dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Untuk sif pagi, kegiatan belajar berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 12.20. Sedangkan sif siang dimulai sekitar pukul 12.30 dan berakhir pukul 17.15.
Menurut Djumariah, keterbatasan ruang kelas tersebut telah lama menjadi perhatian sekolah. Pihaknya berharap penambahan ruang kelas dapat segera direalisasikan sehingga seluruh siswa bisa mengikuti pembelajaran dalam satu sif.
“Kalau masalah seperti itu sebenarnya kami jauh-jauh hari sudah sangat mengharapkan. Tapi kayaknya belum dapat kesempatan, belum dapat rezeki,” kata Djumariah.
Ia menyebut sekolah sebenarnya telah memiliki perencanaan untuk pengembangan bangunan pada tahun ini. Namun, rencana tersebut belum dapat direalisasikan karena adanya efisiensi anggaran dan kondisi defisit.
“Tahun ini sebenarnya kita sudah ada perencanaan itu. Tapi karena ada efisiensi, akhirnya terkendala,” ucapnya.
Djumariah menegaskan, penerapan dua sif turut berpengaruh terhadap pelaksanaan sejumlah aktivitas sekolah. Salah satunya kegiatan keagamaan yang memiliki waktu pelaksanaan tertentu.
Ia mencontohkan program pembiasaan siswa berupa salat duha yang dilaksanakan pada Selasa, Rabu dan Kamis pagi. Siswa yang masuk pada sif siang tidak dapat mengikuti kegiatan tersebut karena waktu pelaksanaan salat duha terbatas.
“Kegiatan itu akhirnya kami sesuaikan dengan jadwal. Untuk pertemuan bersama, misalnya, kami manfaatkan hari Sabtu karena siswa masuk pagi semua,” tutur dia.
Pada Sabtu, pembelajaran berlangsung dengan pengaturan berbeda karena seluruh siswa masuk pada pagi hari. Kegiatan belajar dimulai pukul 07.00 dan disesuaikan dengan pembagian kelas secara paralel.
Djumariah menilai kondisi akan lebih mudah dikendalikan apabila SD 002 Bontang Selatan dapat menerapkan satu sif. Selain memudahkan pengaturan kegiatan, seluruh siswa juga memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti aktivitas sekolah.
“Kalau satu shift kan enak, terkontrol semuanya,” terangnya.
Ia berharap kebutuhan ruang belajar di SD 002 Bontang Selatan mendapat perhatian pemerintah. Penambahan ruang kelas dinilai penting agar proses pembelajaran dan kegiatan siswa tidak terus bergantung pada sistem dua sif. (ak)


















































