Kantor Diskominfo Kukar Terbakar, Terungkap Alasan di Balik Aksi Pegawai

9 hours ago 5

BONTANGPOST.ID, Tenggarong – Kebakaran terjadi di ruang rapat lantai 3 Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kutai Kartanegara (Kukar), Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 06.30 Wita.

Kebakaran tersebut diduga berkaitan dengan aksi seorang tenaga kontrak yang bertugas di lingkungan Diskominfo Kukar. Terduga pelaku telah diamankan polisi untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kukar, Sunggono, mengatakan pihaknya telah menerima laporan awal mengenai kejadian tersebut. Namun, ia meminta semua pihak tidak terburu-buru menyimpulkan motif sebelum proses pendalaman selesai.

“Saya dapat laporan, tetapi sekarang kan baru laporan pendahuluan. Prinsipnya, ya kita tetap memakai asas praduga tak bersalah,” kata Sunggono di Rumah Jabatan Bupati, Selasa (11/8).

Menurut Sunggono, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri telah meminta Kepala Diskominfo untuk mendalami persoalan yang melatarbelakangi kejadian tersebut.

Jika dalam pendalaman ditemukan unsur pidana, penanganannya akan diserahkan kepada aparat penegak hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

“Tadi Pak Bupati juga mengarahkan kepada Kadis Kominfo, ya didalami dulu permasalahannya seperti apa,” ujarnya.

Sunggono mengaku prihatin atas kejadian tersebut. Terlebih, ruang yang terbakar disebut merupakan tempat bekerja tenaga kontrak yang diduga berkaitan dengan kejadian.

“Menurut yang disampaikan oleh Pak Kadis, ruangan itu ruangan tempat bekerja yang bersangkutan. Saya sayangkan,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan agar persoalan yang terjadi di lingkungan kerja tidak diselesaikan melalui tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Menurutnya, baik ASN maupun tenaga non-ASN memiliki ruang untuk menyampaikan persoalan dan mencari penyelesaian melalui komunikasi.

“Intinya kita prihatin juga. Kami berharap teman-teman ASN yang lain atau juga mungkin ini kan teman-teman honor, kalau ada permasalahan, ya bisa kita baik-baik. Kita kan enggak menutup pintu, enggak menutup komunikasi,” ucapnya.

Sunggono mengatakan selama ini dirinya terbuka menerima tenaga honorer yang memiliki persoalan dengan organisasi perangkat daerah (OPD), sesama pegawai maupun kepala OPD.

“Saya sendiri pernah didatangi teman-teman honor yang bermasalah dengan OPD-nya, dengan pegawai di OPD atau mungkin dengan kepala OPD,” ungkapnya.

Terkait informasi mengenai dugaan perundungan atau bullying yang disebut menjadi salah satu latar belakang kejadian, Sunggono memilih tidak berspekulasi.

“Saya tidak mau berandai-andai, berasumsi. Intinya hanya satu, tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Sepanjang kita mau saling membuka diri untuk selalu komunikasi,” katanya.

Terduga Pelaku Diamankan Polisi

Kasi Humas Polres Kukar, Iptu Haryo Jipang Painolan, mengatakan terduga pelaku pembakaran berinisial MFA. Ia diketahui bertugas sebagai operator command center Diskominfo Kukar dan berstatus tenaga pihak ketiga dari PT Widya Persada.

Menurut Haryo, MFA diduga menggunakan bahan bakar minyak jenis Pertalite yang dibeli senilai Rp30 ribu hingga Rp40 ribu. BBM tersebut kemudian dimasukkan ke dalam galon sebelum digunakan dalam aksi pembakaran.

“Pelaku masuk kantor sekitar pukul 06.30 Wita. Api berhasil dipadamkan oleh pegawai dan petugas keamanan. Tim Inafis sudah melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti berupa sisa galon,” jelasnya.

Haryo mengatakan, berdasarkan pemeriksaan awal, MFA mengaku telah merencanakan aksinya sejak malam sebelumnya.

“Motifnya, pelaku merasa kesal terhadap rekan-rekan di kantor yang sering memfoto dirinya secara diam-diam dan dijadikan bahan olokan. Hal itu sudah sering terjadi,” kata Haryo.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, sejumlah fasilitas di ruang rapat seperti meja, kursi, proyektor serta dokumen terdampak dan kerugian masih dalam pendataan.

MFA kini telah diamankan di Mapolres Kukar untuk menjalani proses hukum. Polisi masih mendalami penerapan pasal terhadap terduga pelaku.

Ruang yang terbakar merupakan salah satu ruang rapat utama Diskominfo Kukar. Kejadian tersebut juga berpotensi mengganggu operasional command center yang digunakan untuk monitoring CCTV dan pengaduan masyarakat.

Hingga berita ini ditulis, pihak Diskominfo Kukar belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian tersebut. (KP)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |