BONTANGPOST.ID, Bontang – Aktivitas proyek Polder Tanjung Laut dikeluhkan warga karena menyebabkan Jalan Selat Karimata berdebu. Sisa material yang tercecer di badan jalan disebut mengganggu aktivitas warga sekitar.
Keluhan tersebut disampaikan saat inspeksi mendadak (sidak) Komisi C DPRD Bontang bersama Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam, Senin (10/8/2026).
Rahman, warga RT 9 Kelurahan Tanjung Laut, mengatakan material proyek diangkut melalui Jalan Selat Karimata menuju lokasi pembangunan Polder Tanjung Laut. Namun, sisa material yang jatuh ke badan jalan disebut tidak rutin dibersihkan.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat debu beterbangan, terutama saat kendaraan melintas. Debu bahkan disebut mengganggu kegiatan anak-anak di PAUD yang berada tepat di seberang akses masuk proyek.
“Sudah saya sendiri yang bersihkan. Debunya mengganggu PAUD di RT 9 karena tepat di seberang jalan masuk polder. Anak-anak cukup terganggu,” ujarnya.
Rahman mengaku telah menyampaikan keluhan tersebut mulai dari tingkat RT, kelurahan hingga kecamatan. Namun, persoalan debu dan sisa material masih terjadi.
Ia juga membantah pernyataan yang menyebut kontraktor telah melakukan pembersihan jalan.
“Ngakunya kontraktor sudah (membersihkan) tadi, saya langsung sanggah, belum ada,” ungkapnya.
Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam menilai kebersihan jalan harus menjadi perhatian kontraktor selama aktivitas proyek berlangsung. Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Bontang mengingatkan kontraktor agar rutin membersihkan sisa material yang tercecer di badan jalan.
“Tolong ini nanti harus dibersihkan sisanya, biar warga tidak terdampak,” tegasnya.
Menurutnya, aktivitas pembangunan tidak seharusnya menimbulkan gangguan bagi masyarakat sekitar, terlebih akses proyek berada dekat dengan permukiman dan fasilitas pendidikan.
Terpisah, Kepala Sanitasi, Air Minum, dan Sumber Daya Air (SAMSDA) DPUPR Bontang Edi Suprapto mengatakan pihaknya akan kembali mengarahkan kontraktor untuk melakukan pembersihan jalan.
Ia menjelaskan, pembersihan sebelumnya telah dilakukan mulai dari depan gang. Namun, pihaknya menduga terdapat miskomunikasi sehingga sebagian ruas jalan di depan rumah warga belum ikut dibersihkan.
“Kita maksimalkan lagi. Nanti pasti kami arahkan kontraktor untuk melakukan pembersihan,” pungkasnya.(*)

















































