BONTANGPOST.ID, Bontang – Keluhan warga terkait proyek Polder Tanjung Laut tidak hanya menyangkut debu dan kondisi jalan. Dua rumah warga di RT 23, Kelurahan Tanjung Laut, dilaporkan mengalami keretakan di tengah berlangsungnya pembangunan proyek tersebut.
Salah satunya rumah milik Murin, warga RT 23 yang berada bersebelahan dengan area pembangunan. Ia mengaku menemukan keretakan pada bagian dapur rumahnya yang diduga muncul akibat getaran dari aktivitas pengerukan menggunakan alat berat.
“Karena getaran proyek saat ekskavator mengeruk di dekat rumah, khawatirnya ambrol saja, Mas,” ungkapnya.
Ia berharap kondisi rumah warga yang terdampak dapat segera mendapat perhatian. Terlebih, aktivitas pembangunan masih berlangsung dan proyek masih dalam tahap awal pengerjaan.
Lurah Tanjung Laut, Andriayani, mengatakan hingga saat ini terdapat dua warga di RT 23 yang telah melaporkan adanya keretakan pada rumah mereka.
“Untuk saat ini baru dua warga yang melaporkan di RT 23. Ada yang sudah diperbaiki pondasinya, kami juga sudah berkoordinasi dengan kontraktornya,” ujarnya.
Andriayani menambahkan, pihak kelurahan telah meneruskan keluhan tersebut kepada kontraktor pelaksana. Kelurahan juga akan menampung laporan warga yang terdampak aktivitas pembangunan untuk kemudian dikoordinasikan dengan pihak terkait.
Diketahui, proyek Polder Tanjung Laut dikerjakan PT Bumi Lasinrang dengan nilai kontrak Rp38,5 miliar. Hingga Senin (10/8/2026), progres pembangunan polder tersebut baru mencapai 5 persen.
Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, mengatakan pihaknya telah meminta kelurahan menampung berbagai keluhan masyarakat selama proyek berlangsung. Langkah tersebut dilakukan agar persoalan yang muncul dapat segera dikomunikasikan kepada kontraktor pelaksana.
“Sudah kita hadirkan kelurahan, serta kontraktor. Katanya selain pembersihan jalan, mereka siap untuk melakukan perbaikan rumah yang terdampak,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Sanitasi (SAMSDA) DPUPR Bontang, Edi Suprapto, mengatakan pihaknya telah menerima laporan terkait keretakan rumah warga.
Ia menyebut keluhan tersebut sudah disampaikan kepada kontraktor. Namun, perbaikan rumah warga rencananya dilakukan setelah seluruh pekerjaan proyek rampung pada Desember 2026.
“Biar tidak berulang. Kalau diperbaiki sekarang takutnya rusak lagi. Makanya kami putuskan di akhir setelah pengerjaan,” pungkasnya. (*)

















































