BONTANGPOST.ID, Bontang – Seorang anak berusia 6 tahun meninggal dunia setelah dirujuk ke RSUD Taman Husada Bontang dalam kondisi berat. Pasien datang dengan diagnosis awal demam berdarah dengue (DBD), namun pihak rumah sakit masih melakukan verifikasi terkait diagnosis dan penyebab kematian.
Pasien merupakan rujukan dari rumah sakit lain dan tiba di RSUD Taman Husada pada Selasa (11/8) malam. Setelah mendapat penanganan awal di instalasi gawat darurat (IGD), pasien kemudian menjalani perawatan intensif di Pediatric Intensive Care Unit (PICU).
Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Pengendalian Mutu RSUD Taman Husada Bontang, dr Tri Ratna Paramita atau dr Mita, membenarkan adanya pasien anak yang meninggal dunia tersebut.
“Memang pasien rujukan dari rumah sakit lain. Informasinya masuk tadi malam dan meninggal pagi ini sekitar pukul 08.00,” kata dr Mita saat dikonfirmasi, Rabu (12/8).
Meski datang dengan diagnosis DBD, rumah sakit belum memastikan bahwa penyakit tersebut menjadi penyebab kematian pasien. Tim medis masih mengumpulkan informasi dan menunggu laporan kronologis serta data medis lengkap.
Menurut dr Mita, kondisi pasien saat tiba di RSUD Taman Husada sudah tergolong berat. Selain diagnosis awal DBD, terdapat kondisi lain yang diduga menjadi faktor pemberat sehingga pasien membutuhkan perawatan intensif.
“Di rumah sakit kami, pasien dengan DBD dan ada penyakit pemberat atau komplikasi penyakit lainnya sehingga memperberat kasusnya,” ujarnya.
Pasien sempat mendapatkan bantuan ventilator selama menjalani perawatan di PICU. Namun, setelah mendapat penanganan intensif, pasien akhirnya meninggal dunia.
Pihak rumah sakit masih mengumpulkan informasi terkait riwayat kesehatan pasien, termasuk lama demam atau keluhan yang dialami sebelum dirujuk. Data hasil pemeriksaan laboratorium, termasuk kondisi trombosit, juga belum diterima secara lengkap.
Karena itu, rumah sakit belum dapat menjelaskan secara rinci penyakit penyerta yang disebut menjadi faktor pemberat.
“Itu masih menunggu laporan persisnya. Saya juga masih meminta kronologis dari tim,” jelas Mita.
Mita menegaskan seluruh pasien rujukan yang datang ke RSUD Taman Husada harus melalui IGD untuk mendapatkan penanganan awal dan stabilisasi sebelum dipindahkan ke ruang perawatan sesuai kondisi klinis.
“Semua pasien kalau rujukan harus lewat IGD dulu. Dilakukan stabilisasi awal, baru kemudian dikirim,” tuturnya.
Informasi awal yang diterima rumah sakit menyebutkan pasien datang sebagai rujukan dengan diagnosis DBD dan kemudian meninggal setelah menjalani perawatan intensif. Namun, tim medis masih melakukan verifikasi untuk memastikan diagnosis serta kronologi medis secara menyeluruh.
“Diagnosisnya memang berhubungan dengan DBD. Tapi nanti tim akan mengecek kembali apakah memang DBD atau bukan,” sebutnya.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Bontang juga masih menunggu laporan resmi dari rumah sakit. Penanggung jawab DBD Dinas Kesehatan Bontang, Siti Rahimah, mengatakan pihaknya belum menerima laporan lengkap terkait kasus tersebut.
“Masih menunggu laporan dari dokter penanggung jawabnya dulu,” pungkas perempuan yang akrab disapa Imah tersebut. (ak)


















































