Pemkot Bontang Evaluasi SPPG Usai Siswa Mual, Pengelola MBG Ungkap Dugaan dari Ayam Suwir

7 hours ago 6

BONTANGPOST.ID, Bontang – Pemerintah Kota Bontang mengevaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah sejumlah siswa dan guru penerima manfaat mengeluhkan mual hingga muntah.

Evaluasi dilakukan melalui rapat koordinasi pelaksanaan MBG Kota Bontang di Gedung Tiga Dimensi, Selasa (11/8/2026). Dalam rapat tersebut, dua pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diminta memaparkan proses pengolahan hingga pendistribusian makanan.

Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris meminta pengelola dapur menjelaskan secara rinci prosedur pengolahan makanan, mulai dari persiapan bahan hingga menu yang diberikan kepada penerima manfaat.

“Kita mau tahu secara SOP seperti apa dan menu apa yang diberikan,” ujarnya.

Salah satu SPPG yang dievaluasi yakni SPPG Bontang Selatan 5 yang menyuplai MBG ke SMP Vidatra.

Kepala SPPG Bontang Selatan 5 Dapur Berbas Tengah 3, Gusti Bimantoro, menjelaskan menu yang dibagikan saat kejadian terdiri atas nasi uduk tanpa santan, ayam suwir kemangi, oseng tahu, komiso pepaya wortel, dan yogurt.

Menurut Gusti, pihaknya masih menduga ayam suwir menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan keluhan mual dan muntah yang dialami siswa maupun guru. Namun, dugaan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan sampel dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang.

“Prediksi kami di ayam suwirnya, tapi kami masih menunggu sampel yang keluar dari Dinkes,” ungkapnya.

Sementara itu, SPPG Bontang Utara 2 sebelumnya menjadi lokasi investigasi Dinkes setelah muncul keluhan dari penerima manfaat di sejumlah sekolah.

Dari pemeriksaan laboratorium, Dinkes menemukan pertumbuhan bakteri patogen pada sampel ayam goreng serundeng dan gulai sayur lodeh yang diperiksa.

Dalam rapat tersebut, Kepala SPPG Bontang Utara 2 Muhammad Risky juga memaparkan penggunaan kemiri sebagai pengganti santan dalam salah satu menu.

Menurutnya, penggunaan kemiri dalam jumlah tertentu menjadi salah satu hal yang perlu dievaluasi setelah muncul keluhan dari penerima manfaat.

“Kemiri ini terlalu banyak. Ada yang mengalami, ada juga yang tidak,” ujarnya.

Selain membahas menu, pengelola SPPG juga menjelaskan tahapan dan waktu produksi makanan yang selama ini dilakukan.

Proses persiapan dimulai sejak malam hari. Pemotongan sayur dilakukan sekitar pukul 19.00 Wita, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan bumbu hingga sekitar tengah malam.

Produksi makanan dimulai sekitar pukul 02.00 hingga 04.00 Wita. Setelah makanan selesai disiapkan, pendistribusian ke sekolah penerima manfaat dilakukan sekitar pukul 07.30 hingga 10.00 Wita.

Pengelola menyatakan seluruh tahapan tersebut telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Namun, setelah munculnya keluhan dari penerima manfaat, mereka mengakui masih terdapat sejumlah hal yang perlu dievaluasi dan diperbaiki.

“Secara SOP sudah dilakukan dan saya meminta maaf, dan akan kami perbaiki,” pungkasnya. (*) 

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |