Kepala SPPG Bontang Selatan 05 Minta Maaf atas Dugaan Keracunan MBG, Pesimistis Kembali Diterima Sekolah

2 hours ago 3

BONTANGPOST.ID, Bontang – Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Selatan 05, Gusti Bimantoro, menyampaikan permintaan maaf atas kejadian dugaan keracunan yang dialami sejumlah penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan SD dan SMP YPVDP.

Gusti mengakui pihaknya tidak memprediksi kejadian tersebut bakal terjadi. Evaluasi internal pun dilakukan, dengan ayam suwir menjadi salah satu bahan makanan yang dicurigai sebagai sumber masalah. Namun, dugaan tersebut masih menunggu kepastian hasil pemeriksaan laboratorium.

“Mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian yang sudah terjadi kemarin. Jujur, dari awal kami tidak memprediksi hal tersebut akan terjadi,” kata Gusti di hadapan peserta rapat koordinasi dan evaluasi program MBG Bontang, Selasa (11/8/2026).

Menurut Gusti, menu ayam suwir sebelumnya telah disiapkan dan disajikan seperti biasa tanpa adanya indikasi masalah. Berdasarkan evaluasi sementara tim SPPG Bontang Selatan 05, ayam suwir menjadi salah satu bahan makanan yang dicurigai sebagai sumber penyebab.

“Kalau prediksi tim kami, sumber penyebabnya ada di ayam suwir. Tapi itu masih prediksi, belum memastikan,” ucapnya.

Gusti juga menyampaikan permintaan maaf secara khusus kepada Yayasan YPVDP. Ia berharap pihak sekolah dan yayasan masih memberikan kesempatan kepada SPPG Bontang Selatan 05 untuk kembali melayani kebutuhan MBG.

Meski demikian, Gusti mengaku pesimistis YPVDP akan kembali menerima layanan dari dapurnya setelah kejadian tersebut menjadi perhatian luas.

“Kami agak pesimistis untuk YPVDP menerima lagi. Tetapi kami tetap berusaha dan siap memberikan pelayanan yang terbaik,” tuturnya.

Jika kembali dipercaya, Gusti memastikan pengawasan terhadap bahan baku akan diperketat. Pemeriksaan tidak hanya dilakukan terhadap ayam, tetapi juga sayuran, nasi, ikan, telur, serta bahan makanan lainnya sebelum diproses menjadi menu MBG.

“Kami memastikan dan siap memperbaiki kesalahan yang sudah terjadi kemarin serta mendengarkan semua kritik yang diberikan,” terangnya.

Gusti menjelaskan, variasi menu sebelumnya menjadi salah satu permintaan dari pihak YPVDP. SPPG kemudian berupaya memenuhi kebutuhan tersebut. Namun, kejadian ini menjadi bahan evaluasi agar upaya menghadirkan variasi menu tidak mengesampingkan aspek keamanan pangan.

Ia juga meminta seluruh kepala SPPG menjadikan kejadian di Bontang sebagai pelajaran penting. Setiap bahan baku yang diterima harus diperiksa langsung oleh kepala dapur dan ahli gizi.

Pemeriksaan tersebut juga perlu dicatat dan dilaporkan secara berkala kepada Dinas Kesehatan. Dengan demikian, kondisi bahan baku saat diterima dapat terdokumentasi dan menjadi bagian dari rekam jejak pengawasan.

“Kalau bahan bakunya sudah kita anggap higienis, berarti tinggal proses pengelolaan dan operasionalnya yang kita cari. Karena itu, sejak penerimaan bahan baku harus dicatat dengan baik,” pungkasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |