BONTANGPOST.ID, Bontang – Sistem distribusi air bergilir di wilayah Bontang Barat belum sepenuhnya dirasakan pelanggan. Sejumlah warga mengaku masih kesulitan mendapatkan pasokan air meski wilayah mereka masuk dalam zona distribusi Perumdam Tirta Taman Kota Bontang.
Daniel (55), warga RT 01 Kelurahan Kanaan, mengatakan rumahnya sudah dua minggu tidak mendapat aliran air. Padahal, wilayah tempat tinggalnya masuk Zona 2 yang dijadwalkan mendapat distribusi air mulai pukul 07.00 hingga 12.00.
Rumah Daniel berada di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di belakang SLB Bina Kasih Mandiri. Ia mengaku telah menyampaikan keluhan kepada PDAM dan mengisi formulir pengaduan sejak akhir Agustus 2026.
“Katanya mau dibantu, air dibawakan pakai tangki. Tapi sampai sekarang air enggak diantar,” ungkapnya saat ditemui Minggu (6/9/2026).
Karena tak kunjung mendapat pasokan, keluarga Daniel akhirnya mencari sumber air alternatif. Deprian (22), anak Daniel, mengatakan mereka terpaksa membeli air dari tangki swasta seharga Rp250 ribu.
Air tersebut digunakan sehemat mungkin untuk memenuhi kebutuhan utama rumah tangga.
“Itupun harus irit-irit. Makanya kami gunakan buat keperluan masak, mandi, dan buang air kecil dan besar saja,” katanya.
Deprian menilai pelanggan yang telah menyampaikan pengaduan dan tidak mendapatkan aliran air semestinya dapat langsung memperoleh bantuan distribusi melalui tangki, tanpa harus berulang kali membuat laporan.
“Ya masa kita bolak-balik bikin laporan lagi. Apalagi wilayah rumah kami sudah dua minggu enggak kebagian air,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Wati, warga RT 26 Jalan Bukit Pasir, Kelurahan Gunung Telihan. Ia mengatakan aliran air di wilayahnya terkadang baru mengalir empat hari sekali.
Selain tidak rutin, waktu distribusi juga disebut tidak selalu sesuai jadwal. Air yang seharusnya mengalir hingga pukul 12.00 WITA terkadang sudah berhenti sekitar pukul 11.00 WITA.
Wati mengaku telah menyampaikan keluhan melalui WhatsApp kepada petugas PDAM. Namun, ia mendapat respons bahwa belum ada laporan serupa dari wilayah tersebut.
“Kalau melapor pun petugas PDAM yang di WhatsApp malah bilang mungkin rumah ibu saja yang mati, soalnya enggak ada laporan di wilayah tersebut,” tambahnya.
Ia berharap petugas tidak hanya menunggu jumlah laporan bertambah untuk mengetahui adanya persoalan distribusi di lapangan.
“Masa tunggu banyak laporan, minimal cek lah kalau sudah kami mengadu,” tuturnya.
Dikonfirmasi mengenai keluhan tersebut, Direktur Utama Perumdam Tirta Taman Kota Bontang Suramin mengatakan pihaknya akan mengecek kondisi di lapangan. Menurutnya, pengaduan yang telah masuk melalui formulir semestinya ditindaklanjuti dengan pengiriman air menggunakan tangki.
“Kalau sudah masuk di formulir, harusnya sudah diantar. Tapi nanti saya cek lagi,” ucap Suramin saat dihubungi Senin (7/9/2026).
Untuk mendapatkan layanan pengantaran air tangki, warga diminta mengisi formulir pengajuan dan mencantumkan data lokasi secara lengkap agar petugas dapat menindaklanjutinya.
Selain melalui formulir, pengaduan juga dapat disampaikan melalui hotline Perumdam Tirta Taman di 0548-23555 atau WhatsApp 0812-5378-7420. (*)


















































