Belum Bisa Salurkan Kredit Baru, Bank Bontang Butuh Tambahan Modal Inti Belasan Miliar Rupiah

1 day ago 21

BONTANGPOST.ID, Bontang Persoalan masih membayangi Perumda Aneka Usaha dan Jasa (AUJ) beserta sejumlah anak usahanya. Setelah PT Bontang Transport menghadapi persoalan kewajiban yang berujung pada wacana penyitaan aset KMP Bontang Express II, kini Bank Bontang juga masih membutuhkan tambahan modal inti.

Direktur Utama Perumda AUJ Abdu Rahman mengatakan Bank Bontang saat ini berada dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Status tersebut berkaitan dengan belum terpenuhinya ketentuan modal inti yang ditetapkan regulator.

“Nilainya mencapai belasan miliar rupiah,” kata Rahman.

Menurutnya, Bank Bontang sebenarnya telah memiliki modal inti. Namun, jumlah tersebut masih belum memenuhi ketentuan sehingga dana yang tersedia belum dapat digunakan secara optimal.

Akibat kondisi tersebut, Bank Bontang belum dapat menyalurkan kredit baru kepada nasabah. Bank hanya diperbolehkan menerima pembayaran angsuran dari kredit yang sebelumnya sudah berjalan.

“Jadi hanya bisa mengambil angsuran dari kredit yang sudah berjalan,” ujarnya.

Rahman mengatakan terdapat dua opsi yang tengah dipertimbangkan untuk memenuhi kebutuhan tambahan modal inti. Opsi pertama berasal dari Perumda AUJ sebagai induk perusahaan. Sementara opsi kedua melalui kerja sama dengan pihak ketiga.

Menurut Rahman, opsi kerja sama dengan pihak ketiga kemungkinan akan dipilih. Perumda AUJ bahkan telah mempresentasikan rencana kerja sama tersebut kepada salah satu bank pembangunan daerah (BPD).

“Ini masih berproses. Ditunggu saja seperti apa nanti,” tuturnya.

Di sisi lain, Bank Bontang juga telah mengalami perubahan jajaran direksi. Posisi direktur utama yang sebelumnya dijabat Faisal telah berganti sekitar setahun lalu. Saat ini jabatan tersebut diisi Harimurti TPW.

Persoalan pemenuhan modal inti Bank Bontang bukan kali pertama terjadi. Pada 2024, OJK juga memberikan batas waktu kepada bank tersebut untuk memenuhi ketentuan modal inti sebesar Rp16,5 miliar.

Jika kewajiban tersebut tidak dipenuhi, Bank Bontang terancam dilikuidasi. Saat itu, Bank Kaltimtara disebut turut membantu menyelamatkan keberlangsungan bank milik Pemerintah Kota Bontang tersebut. (ak)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |