BMKG Akhiri Peringatan Dini Tsunami NTT

4 hours ago 9

BONTANGPOST.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan peringatan dini tsunami menyusul gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi berakhir.

Pembaruan tersebut disampaikan BMKG pada Sabtu (15/8/2026) pukul 07.31 WIB. Keputusan itu diambil setelah BMKG melakukan pemantauan dan pemutakhiran kondisi pascagempa.

Dengan berakhirnya peringatan dini tersebut, potensi tsunami akibat gempa M7,7 di wilayah NTT dinyatakan telah berakhir.

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT. BMKG mencatat episenter gempa berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Gempa tersebut berpusat pada koordinat 8,41 derajat Lintang Selatan (LS) dan 121,39 derajat Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 15 kilometer.

Lokasi episenter berada di laut dengan kedalaman relatif dangkal. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan BMKG dalam mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa terjadi.

Sejumlah Wilayah Sempat Siaga

Sebelum peringatan dini tsunami dinyatakan berakhir, BMKG sempat menetapkan sejumlah wilayah dalam status Siaga.

Wilayah tersebut meliputi Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, Manggarai Barat bagian utara, Ende bagian utara, Sikka bagian utara, Selayar, Jeneponto, dan Bantaeng.

Status Siaga menunjukkan adanya potensi tsunami dengan ketinggian gelombang antara 0,5 hingga 3 meter berdasarkan pemodelan BMKG.

Selain itu, sejumlah wilayah juga sempat masuk dalam kategori Waspada.

Wilayah tersebut meliputi Pulau Ende, Pulau Sikka, Pulau Sangiang, Pulau Gili, Kota Bima bagian utara, Flores Timur bagian utara, Dompu bagian utara, Kota Baubau, Takalar, Bone, Wajo, Luwu bagian timur, Luwu bagian utara, dan Kota Palopo.

Kategori Waspada menunjukkan potensi tsunami dengan ketinggian gelombang kurang dari 0,5 meter.

Dengan pembaruan terbaru BMKG, peringatan dini tsunami akibat gempa M7,7 tersebut kini telah berakhir.

Meski demikian, masyarakat tetap diimbau mengikuti informasi resmi BMKG dan tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. (KP)

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |