BONTANGPOST.ID, Bontang – Cuaca panas yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir membuat proses belajar mengajar di SMA Negeri 3 Bontang kurang nyaman. Kondisi tersebut bahkan membuat sejumlah siswa memilih mengikuti pembelajaran di luar ruang kelas.
Hal itu terlihat dari siswa kelas X yang belajar di area selasar sekolah. Dalam video yang beredar, para siswa tampak duduk lesehan mengikuti pembelajaran. Beberapa di antaranya terlihat bersandar hingga berbaring karena kondisi udara yang terasa gerah.
Kepala SMA Negeri 3 Bontang, Harwanti, membenarkan adanya kegiatan belajar di luar kelas tersebut. Ia mengatakan, pembelajaran dipindahkan ke area luar karena suhu di dalam ruang kelas terasa cukup panas.
“Memang beberapa pekan terakhir cuacanya lumayan panas. Kebetulan guru yang mengajar juga sedang hamil dan tidak kuat dengan kondisi panas, sehingga pembelajaran terpaksa dilakukan di luar kelas,” ujar Harwanti.
Ia menjelaskan, ruang kelas di SMA Negeri 3 Bontang belum dilengkapi pendingin udara atau AC. Untuk menjaga sirkulasi udara, setiap ruang kelas hanya mengandalkan sekitar tiga hingga empat kipas angin.
Namun, keberadaan kipas tersebut dinilai belum cukup ketika suhu udara meningkat. Sementara pemasangan AC belum menjadi pilihan karena dikhawatirkan menambah beban biaya listrik sekolah.
“Di ruang kelas kita tidak pakai AC, hanya kipas. Tiap kelas ada tiga sampai empat kipas, tapi tetap saja hawa panas tidak bisa dilawan,” katanya.
Menurut Harwanti, setiap ruang kelas dihuni sekitar 36 siswa. Jumlah tersebut masih sesuai dengan kapasitas kelas. Meski demikian, kondisi ruangan dapat terasa lebih pengap ketika cuaca sedang panas.
Pihak sekolah tidak melarang pembelajaran dilakukan di luar ruangan apabila kondisi memang tidak memungkinkan. Namun, kegiatan tetap harus dilaksanakan secara tertib dan tidak mengganggu proses belajar mengajar kelas lainnya.
Harwanti menegaskan, kenyamanan siswa dan guru menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan lokasi pembelajaran. Selama kondisi tetap kondusif, belajar di luar kelas dapat menjadi alternatif ketika ruang kelas terasa terlalu panas.
“Yang terpenting para siswa tetap semangat belajar,” pungkasnya. (*)


















































