BONTANGPOST.ID, Bontang – Empat menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan kepada siswa SMP Yayasan Vidatra masih menjalani pemeriksaan di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Bontang.
Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya bakteri pada makanan yang dikonsumsi siswa sebelum mereka mengalami keluhan kesehatan, mulai dari mual hingga muntah.
Sampel makanan tersebut berasal dari Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Selatan 5. Empat menu yang diperiksa yakni nasi uduk, ayam suwir, sayur wortel, dan pepaya.
Kepala UPT Labkesda Bontang, Samriah, mengatakan pemeriksaan terhadap sampel masih berlangsung. Pengujian dilakukan secara mikrobiologi untuk mendeteksi sejumlah bakteri yang berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan.
“Pengujiannya sama seperti sampel kemarin. Kemungkinan akhir pekan ini keluar hasilnya,” ujarnya.
Menurutnya, pemeriksaan membutuhkan waktu beberapa hari karena petugas perlu mengamati perkembangan bakteri pada sampel makanan.
Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi salah satu bahan dalam investigasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang terkait keluhan kesehatan yang dialami siswa dan guru SMP Vidatra.
Samriah memastikan hasil pemeriksaan akan disampaikan secara resmi setelah seluruh proses pengujian dan evaluasi selesai dilakukan.
“Pasti akan dirilis secara resmi. Saat ini masih dievaluasi pertumbuhan dan perkembangan bakterinya,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 36 siswa dan guru SMP Vidatra, PT Badak LNG, mengalami keluhan mual hingga muntah setelah menyantap menu MBG pada Senin (10/8/2026).
Dari jumlah tersebut, 21 orang dibawa ke RS LNG Badak untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara sebagian lainnya menjalani observasi di lingkungan sekolah.
Keluhan mulai dirasakan setelah siswa dan guru menyantap menu MBG sekitar pukul 09.50 Wita. Menu yang dibagikan saat itu terdiri dari nasi gurih, ayam suwir, tumis wortel, oseng tahu, dan buah jeruk.
Seiring kegiatan belajar berlangsung, sejumlah siswa mulai mengeluhkan kondisi tubuh mereka. Beberapa di antaranya mengalami mual hingga muntah dan kemudian dipulangkan oleh pihak sekolah.
Kepala SMP Vidatra, Solikhin, sebelumnya membenarkan adanya siswa dan guru yang mengalami keluhan tersebut. Pihak sekolah langsung melakukan penanganan dengan melibatkan tenaga kesehatan.
“Benar, Mas. Ada dibawa ke RS LNG dan dipulangkan,” ujarnya. (*)


















































