BONTANGPOST.ID, Bontang – Festival Literasi DPK Bontang 2026 memasuki hari kedua pada Jumat (14/8/2026). Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya pengunjung yang datang untuk mengikuti berbagai kegiatan yang memadukan literasi, seni, budaya, kreativitas hingga pemberdayaan UMKM.
Mengusung tema “Berbenah Melalui Literasi Menuju Bontang Cerdas, Berbudaya, Berkelanjutan dan Berdaya Saing”, festival berlangsung mulai pukul 09.00 Wita hingga 21.00 Wita.
Literasi dalam kegiatan ini tidak hanya dikemas melalui buku dan membaca. Pengunjung juga dapat mengikuti berbagai kegiatan seni, budaya, keterampilan serta workshop yang melibatkan pelajar dan masyarakat.
Pada hari kedua, sejumlah agenda digelar, mulai dari tarian literasi, musik etnik, storytelling, pantomim, pelatihan mendongeng hingga berbagai workshop. Di antaranya Workshop Menjadi Ibu yang Dirindukan Anak, Workshop Makeup Cosplay dan Workshop Panji Bener.
Festival juga diramaikan peluncuran program One Teacher One School One Book, kegiatan mendongeng, nonton bareng dan diskusi, tari-tarian, akustik hingga karaoke. Selain itu, tersedia stan pameran dan UMKM yang menawarkan beragam produk kepada pengunjung.
Antusiasme terlihat dari kalangan pelajar yang datang bersama teman-teman sekolah. Rafa, siswa kelas 7 SMP Negeri 2 Bontang, mengaku senang mengikuti festival karena dapat mengenal berbagai jenis buku sekaligus mengikuti kegiatan yang beragam.
“Senang ikut festival ini. Bisa belajar banyak dari berbagai macam buku, dan kegiatannya juga banyak. Kebetulan kami datang bersama satu sekolah,” ujar Rafa.
Hal serupa disampaikan Adel, siswa kelas 8 SMP Negeri 2 Bontang. Menurutnya, festival memberikan pengalaman baru karena literasi yang disajikan tidak hanya berkaitan dengan buku, tetapi juga budaya dan kuliner.
“Seru sekali. Saya bisa belajar dan mengenal banyak ragam budaya. Makanannya juga banyak, jadi suasananya ramai dan menyenangkan,” katanya.
Tak hanya menjadi pengunjung, pelajar juga ikut memamerkan hasil kreativitas mereka melalui stan pameran. Salah satunya Perpustakaan Etam Cerdas SMP Negeri 7 Bontang yang menampilkan berbagai karya siswa, seperti sabun, lilin, batik celup, aksesori, jamu hingga olahan tempe.
Duta Literasi SMP Negeri 7 Bontang, Nanda, mengatakan festival tersebut menjadi ruang bagi pelajar untuk menambah wawasan sekaligus mencoba berbagai pengalaman baru.
“Festival ini sangat seru dan bermanfaat. Kami mendapat ilmu dan wawasan baru, termasuk belajar tentang pengelolaan plastik dan sampah bekas dan mencoba membuat gelang,” ungkap Nanda.
Selain pelajar, pelaku UMKM juga mendapat ruang untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat. Stan UMKM menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian pengunjung sekaligus membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk berinteraksi langsung dengan calon konsumen.
Salah satu pelaku UMKM di Stan Kesya mengapresiasi dukungan DPK dan Pemerintah Kota Bontang yang menyediakan fasilitas bagi pelaku usaha selama festival berlangsung.
“Alhamdulillah sangat membantu. Kami disediakan tempat, listrik dan air secara gratis. Dalam sehari penjualan bisa lebih dari Rp500 ribu,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar karena memberikan manfaat bagi pelaku usaha kecil, terutama di tengah kondisi ekonomi yang dinilai masih sulit.
“Terima kasih kepada DPK dan Pemkot Bontang. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut karena sangat membantu kami sebagai pelaku usaha kecil di tengah kondisi ekonomi yang serba susah sekarang,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perpustakaan DPK Bontang Indra Nopika Wijaya mengatakan Festival Literasi DPK Bontang 2026 menjadi ruang pertemuan berbagai unsur masyarakat.
Menurutnya, literasi dalam festival dikemas lebih luas melalui buku, seni, budaya, keterampilan, kreativitas hingga kegiatan ekonomi masyarakat.
“Festival Literasi ini diharapkan mampu menumbuhkan minat literasi dan membuka ruang bagi masyarakat untuk belajar, berkarya, dan berinteraksi,” timpalnya.


















































