BONTANGPOST.ID, Bontang – Jalan menuju Kabupaten Paser mulai terbuka. Sebanyak 80 atlet National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Bontang kini bersaing memperebutkan tempat dalam kontingen Kota Taman untuk berlaga di Pekan Paralympic Provinsi (Peparprov) V Kalimantan Timur.
Seleksi Road to Peparprov V Kaltim resmi dimulai di Aula Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Bontang, Sabtu (22/8/2026). Tahapan ini menjadi pintu awal bagi para atlet untuk membuktikan kemampuan sekaligus merebut tiket menuju ajang olahraga paralimpik tingkat provinsi di Kabupaten Paser.
Seleksi dibuka Sekretaris Dispopar Bontang Rita Atin Widiarti. Sebanyak sembilan cabang olahraga (cabor) masuk dalam tahapan penjaringan, yakni tenis meja, bulu tangkis, catur, panahan, boccia, angkat berat, renang, menembak, dan atletik.
Para peserta tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis. Kesiapan bertanding, potensi prestasi, serta kemampuan menunjukkan performa terbaik turut menjadi pertimbangan dalam menentukan atlet yang akan memperkuat kontingen Bontang.
Seleksi berlangsung selama tiga hari, yakni 22, 23, dan 25 Agustus 2026. Proses ini diharapkan menghasilkan komposisi atlet terbaik yang mampu bersaing sekaligus mengharumkan nama Bontang di level Kalimantan Timur.
Pemerintah Dorong Pembinaan Atlet Disabilitas
Rita mengatakan pemerintah memberikan perhatian terhadap pembinaan olahraga prestasi, termasuk bagi atlet penyandang disabilitas. Menurutnya, perjuangan atlet NPCI patut mendapat apresiasi karena mereka tidak hanya berkompetisi untuk diri sendiri, tetapi juga membawa nama daerah.
“Kami sangat mengapresiasi semangat dan perjuangan para atlet yang terus berusaha memberikan yang terbaik untuk Kota Bontang. Mudah-mudahan melalui seleksi ini dapat terpilih atlet-atlet terbaik yang nantinya mampu mengharumkan nama Kota Taman,” kata Rita.
Ia menegaskan dukungan pemerintah terhadap olahraga disabilitas tidak berhenti pada proses seleksi. Pembinaan dan pengembangan kemampuan atlet juga menjadi bagian penting agar prestasi olahraga paralimpik Bontang terus berkembang.
Rita meminta seluruh atlet mengikuti seleksi dengan serius dan tetap menjunjung sportivitas. Hasil seleksi, kata dia, harus diterima secara dewasa karena setiap peserta memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan.
“Siapapun nantinya yang terpilih, harus kita dukung bersama. Yang belum terpilih jangan berkecil hati, karena proses pembinaan dan perjuangan masih panjang. Tetap semangat dan terus berlatih,” ucapnya.
Bontang Punya Modal dari Peparprov IV
Bontang memiliki modal kuat untuk menatap Peparprov V Kaltim. Pada Peparprov IV Kaltim yang berlangsung di Balikpapan pada 15–20 November 2023, kontingen Bontang mampu finis di posisi keempat klasemen perolehan medali.
Kala itu, Bontang mengirim 47 atlet untuk bertanding di 13 cabor. Kontingen Kota Taman berhasil mengoleksi 51 medali, terdiri dari 20 emas, 13 perak, dan 18 perunggu.
Capaian tersebut menempatkan Bontang di bawah Balikpapan, Kutai Kartanegara (Kukar), dan Samarinda.
Balikpapan sebagai tuan rumah tampil dominan dengan 106 emas, 72 perak, dan 38 perunggu. Kukar berada di posisi kedua dengan 40 emas, 49 perak, dan 29 perunggu. Sementara Samarinda mengoleksi 32 emas, 46 perak, dan 21 perunggu.
Peparprov IV Kaltim saat itu diikuti sembilan kabupaten/kota, yakni Balikpapan, Bontang, Samarinda, Kukar, Kutai Timur, Penajam Paser Utara (PPU), Kutai Barat, Berau, dan Paser.
Dengan catatan tersebut, seleksi 80 atlet NPCI Bontang tahun ini bukan sekadar mencari peserta untuk memenuhi kuota kontingen. Ada target lebih besar yang dibawa, yakni mempertahankan bahkan meningkatkan posisi Bontang dalam persaingan olahraga paralimpik Kaltim.
Perjalanan menuju Paser kini dimulai dari persaingan internal. Delapan puluh atlet harus membuktikan bahwa mereka layak mengenakan seragam kontingen Bontang. (KP)


















































